Rabu, 25 November 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Masjid Raya Bandung, Riwayatmu...

Munggahan, "Murak Timbel" di Pategalan Bale Nyungcung

Rabu, 24 Mei 2017

MRB - Munggahan telah menjadi tradisi di Jawa Barat yang menandai dimulainya ibadah shaum. Tradisi ini biasanya ditandai dengan acara makan bersama keluarga dan tetangga yang dilakukan di tempat terbuka seperti tanah lapang atau taman. Saat ini acara makan bersama tersebut banyak dilakukan di rumah makan atau restoran.

Tradisi munggahan pada era pertengahan tahun 40-an sampai 50-an, mewarnai kegiatan menyambut bulan Ramadhan di sekitar Masjid Agung Bandung (sekarang Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat). Saat itu, umat Islam dari segala penjuru dan pelosok Bandung, tumpah ruah di sekitar kawasan Alun-alun, terutama di pategalan (tanah lapang) yang terletak di sekitar Pasar Anyar (Pasar Andir sekarang). Masyarakat terkonsentrasi di tempat itu menyambut datangnya Ramadhan dengan acara munggahan.

Tak ketinggalan DKM Masjid Agung Bandung saat itu, yang sibuk mempersiapkan kenduri dengan memasak timbel dan lauk pauknya yang juga akan disantap bersama-sama. Di halaman belakang Masjid Agung yang luas --dulu belum ada pertokoan-- seluruh lapisan masyarakat baik pedagang, pegawai kantoran, buruh, dan masyarakat umum beramai-ramai membuka bekalnya. Penuh rasa syukur dan rasa gembira, mereka menyambut Ramadhan.

Yang unik dari acara munggahan di Masjid Agung Bandung saat itu adalah, saat datang ke Alun-alun mereka membawa buntelan dan rantang berisi makanan. Sedangkan saat pulang pada sore harinya, bawaan mereka berubah menjadi buntelan berisi belanjaan yang dibeli di Pasar Anyar untuk persiapan sahur.

Kegiatan tidak berhenti sampai di sini saja, karena keesokan harinya berganti dengan kegiatan seperti pengajian di Masjid Agung Bandung. Selama Ramadhan, Masjid Agung dihidupkan oleh kegiatan umat Islam yang ingin mengisi bulan penuh berkah ini dengan ibadah.

Tidak hanya saat shalat tarawih, jamaah pun memenuhi Masjid Agung Bandung pada waktu-waktu shalat lima waktu. Memang saat shalat tarawih, Masjid Agung terlihat lebih semarak karena umat Islam dari berbagai penjuru Bandung tumplek di sini. Mereka telah datang sejak sore hari, sebelum berbuka puasa.

Ketika bedug berbunyi sebagai tanda berbuka puasa, mereka berbuka di sekitar halaman masjid sambil mempersiapkan diri untuk shalat berjamaah.* ainun - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR