Minggu, 20 Oktober 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Buka Dialog, Sebelum Memasukkan Anak ke Pesantren

Minggu, 4 Juni 2017
humas jabar
KETUA P2TP2A Jabar, Netty Heryawan, usai menjadi narasumber dalam acara Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsil MT) di Gedung Fathul Khoir, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/6/2017).*

MRB - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Heryawan, beranggapan tindakan orangtua memutuskan untuk memasukkan anak ke pesantren tanpa mengindahkan pendapat si anak, merupakan diskriminasi orangtua kepada anak.

Seharusnya, kata Netty, orangtua membuka ruang dialog, memberikan penjelasan pada anak mengenai perbandingan sekolah umum dan pesantren, memberikan kesempatan pada anak untuk memilih berdasarkan kesadarannya sendiri di mana ia akan menimba ilmu.

"Jika orangtua ingin melempar tanggung jawab pendidikan dengan memasukkan anak ke pesantren​, itu namanya orangtua bayar. Ingin anaknya pintar, tapi tidak mau terlibat mendidik anaknya," tukas Netty, saat menjadi narasumber dalam acara Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsil MT), dengan tema “Mempersiapkan Generasi Terbaik di Akhir Zaman”, di Gedung Fathul Khoir, Jalan Raya Timur No. 288 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (3/6/2017).

"Mendidik anak tidak bisa mendadak. Persiapkan pendidikan anak-anak kita sejak awal. Dengan demikian, ibu-ibu akan mampu menjadi rahim peradaban yang melahirkan calon-calon pemimpin masa depan," tuturnya.

Ditegaskan Netty, setiap anak tidak pernah meminta dilahirkan. Setiap anak juga tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orangtuanya. Karena itulah, para orangtua selayaknya menganggap anak sebagai anugerah dan titipan yang harus dijaga dari kerusakan zaman, bukan sebagai beban apalagi sumber masalah.

“Orangtua harus meluruskan persepsi tentang nilai seorang anak, memperbaiki gaya berkomunikasi dan cara berinteraksi dengan anak. Orangtua juga harus kompak menjaga pola pengasuhan yang baik, serta lebih banyak mendengar keluhan anak, sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal dan berkarakter emas,” pungkasnya.* harie – masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR