Rabu, 25 November 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar

Bunda Literasi Jawa Barat Apresiasi Berterbitannya Generasi Muda Qurani

Selasa, 6 Juni 2017
humas jabar
BUNDA Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan, menghadiri Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur'an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem Jalan Raya Cileunyi Cipacing No. 22, Jatinangor, Senin (5/6/2017).*

MRB – Bunda Literasi Jawa Barat, Netty Heryawan, menuturkan anak-anak saat ini lahir dengan kondisi digital native alias melek dunia digital dari lahir. Ternyata, ungkap Netty, menurut penelitian oleh Kompas ada 10 peristiwa yang membuat orang-orang modern merasa terpukul. Salah satunya, kehilangan alat komunikasi yang membuat orang frustrasi dan galau.

“Jadi sekarang kalau ketinggalan dompet rasanya tidak bermasalah, karena bisa pinjam kanan kiri. Tapi kalau ketinggalan gawai, kita kayak kebakaran jenggot. Seolah-olah dunia kiamat,” seloroh Netty, di hadapan para santri saat membuka Pesantren Kilat dan Karantina Tahfidz Qur'an serta meresmikan Asrama Puteri Pesantren Siswa Al Masoem, di Kampus Al Masoem Jalan Raya Cileunyi Cipacing No. 22, Jatinangor, Senin (5/6/2017).

Oleh karena itu, Netty mengajak para santri, jajaran Pengurus Yayasan dan Direksi Al Ma'soem dapat menghadirkan sebuah kesadaran bersama. Pada era globalisasi ini, anak-anak bukan saja diasuh oleh orangtua atau anggota keluarga lainnya, melainkan kemajuan teknologi berupa kotak ajaib yang ada digenggaman.

Netty memberikan apresiasi dan rasa bangganya, ternyata yang dipegang oleh para santri Al Ma’soem adalah Al Quran bukan gawai. Ini menerbitkan sebuah harapan akan generasi muda yang Qurani, karena sementara orang mengatakan bahwa pemuda ada di ujung jalan seperti telur di ujung tanduk. Ditandai ada enam juta warga Indonesia menurut BNN menjadi pengguna narkoba, 30% berusia remaja.

“Negara kita ini negara besar. Dari aspek geografi, negara kita ini dilalui oleh garis equator, sepanjang tahun kita melihat matahari. Itulah yang membuat semua jenis tanaman hidup, flora dan fauna di Indonesia. Jadi artinya Indonesia ini tidak boleh kekurangan gizi,” jelasnya.

Artinya, kualitas sumber daya manusia dan rasa cinta pada negara sendiri menjadi komponen dalam sebuah kesuksesan sebuah bangsa. Netty berharap pada pesantren kilat ini para siswa dapat mengkaji setiap nilai-nilai dan ketinggian Islam, maka bisa disebut anak-anak yang berhati Mekah dan berotak Jerman.

“Mari kita tanamkan semangat bela negara dan cinta Tanah Air, dimulai dari kita sendiri serta miliki cita-cita yang besar. Terakhir sempurnakan setiap usaha yang kita lakukan dengan berdoa pada Allah SWT,” tuturnya.

Selain itu, Ketua Yayasan Al Ma’soem, Ceppy Nsahi Ma’soem, menuturkan pesantren kilat pada Ramadhan kali ini diikuti oleh SMP dan SMA Al Masoem sebanyak 1.100 santri.* harie - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR