Minggu, 20 Oktober 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Sumedang Jalani “Ramadhan Mengaji”

Rabu, 7 Juni 2017

MRB - Bekerjalah secara ikhlas, maka dengan itu Allah SWT pasti akan memberikan balasan. Budayakanlah untuk bekerja dulu, baru menuntut upah. Berkualitas dulu baru berkuantitas. Hal demikian disampaikan oleh Sekda Kabupaten Sumedang, Drs. H. Zaenal Alimin, M.M., pada kegiatan Ramadhan Mengaji yang dilaksanakan selepas melaksanakan apel gabungan di Minggu pertama Juni, bertempat di Pendopo IPP, serta dihadiri oleh para kabag dan pegawai di lingkup Sekretariat Kabupaten Sumedang, Senin (5/6/2017).

Kegiatan tersebut diselenggarakan selama bulan Ramadhan setelah apel pagi serta dipimpin secara langsung oleh Sekda Zaenal. Ramadhan mengaji kali ini membahas tentang kandungan surat Al-Baqaroh ayat 1-5. Menurut Zaenal, dalam surat Al-Baqarah ayat 1-5 dijelaskan tentang golongan mukmin; ayat 1 yang berbunyi Alif lam mim mengandung pengertian bahwa itu adalah huruf yang tidak perlu diterjemahkan, karena hanya Allah SWT yang mengetahui daripada arti ayat tersebut. Dikatakan Zaenal, ayat ke 2 dari surat Al-Baqarah menjelaskan bahwa AL-Qur’an merupakan kitab wahyu Allah yang tidak ada keraguan di dalamnya dan merupakan petunjuk bagi orang yang bertaqwa.

Menurut Zaenal, ayat ke-3 surat Al-Baqarah menjelaskan ciri atau tanda dari orang yang bertaqwa, yaitu iman kepada yang ghaib yang tidak dapat disaksikan oleh panca indera, orang beriman senatiasa selalu menegakkan shalat, menafkahkan sebagian rizki, iman kepada kitab-kitab Allah, serta yakin pada adanya akhirat atau hari akhir.

“Pengertian iman adalah meyakini dari hati, kemudian diikrarkan dengan lisan, serta didukung oleh anggota badan yang bergerak sesuai dengan yang diyakini tersebut,” kata Zaenal.

Selain kita melaksanakan shalat sesuai dengan kaidah yang ditentukan, kata Zaenal, setelah shalat, ada tupoksi-tupoksi untuk mengimplementasikan pesan-pesan yang ada pada bacaan shalat.

“Iman yang berarti percaya, yaitu pengakuan hati yang dibuktikan dengan perbuatan yang diucapkan dengan lidah, kemudian dijadikan keyakinan hidup mempunyai konsekuensi yang harus kita terapkan dalam kehidupan dengan mengendalikan diri kita, sehingga terhindar dari perbuatan dosa dan maksiat agar kita tidak masuk neraka,” tutur Zaenal.

Dikatakan Zaenal, orang-orang yang mendirikan shalat adalah orang-yang damai dan senantiasa menebarkan kasih-sayang.

“Rizki, kenyamanan, kasih sayang merupakan pesan-pesan yang terkandung dalam shalat. Untuk itu saya harap kita semua bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata,” tuturnya.

Sekda Zaenal juga mengimbau kepada peserta Ramadhan Mengaji untuk rajin dalam berinfak. “Ketika kita membantu orang dengan memberikan bantuan lantas orang itu mengucapkan terima kasih, kita harus memaknai bahwa kata terima kasih tersebut merupakan doa untuk kita agar menjadi lebih baik lagi, dan lebih barokah,”papar Zaenal.

Di akhir paparannya, Sekda menjelaskan bahwa orang-orang yang bertaqwa akan mendapat sifat Arohim Allah, yaitu sifat yang beruntung.

“Hidayah itu adanya dalam ayat-ayat yang terdapat dalam Al-Qur’an. Hidayah itu adanya kepada orang-orang yang bertaqwa. Semoga kita menjadi bagian orang-orang yang bertaqwa dan mendapat hidayah Allah,” pungkasnya.* harie - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR