Rabu, 25 November 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Masjid Huai-Sheng, Guangzhou

Saksi Penyebaran Agama Islam di China

Jumat, 9 Juni 2017
IST.
MASJID Huai-Sheng yang nama lainnya “Masjid Rindu Nabi Muhammad” didirikan oleh penduduk Arab yang datang ke China. Dinamakan seperti itu, karena para pendatang ini hidup pada zaman Nabi Muhammad masih hidup. Masjid ini untuk mengobati kerinduan mereka k

MRB - China merupakan salah satu negara yang masuk dalam sejarah perkembangan agama Islam. Meskipun umat Islam di China merupakan minoritas, namun jejak-jejak penyebaran agama Islam di negeri ini masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Salah satu jejak penyebaran Islam di China adalah Masjid Huai-Sheng yang berada di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong. Meskipun sudah berusia sekitar 1.300 tahun, namun masjid ini masih bisa digunakan dan mempunyai arsitektur yang sangat indah. Banyak sejarawan meyakini bahwa masjid ini adalah masjid tertua di China.

Masjid Huai-Sheng yang nama lainnya “Masjid Rindu Nabi Muhammad” didirikan oleh penduduk Arab yang datang ke China. Dinamakan seperti itu, karena para pendatang ini hidup pada zaman Nabi Muhammad masih hidup, sehingga untuk mengobati kerinduan mereka kepada Nabi Muhammad, nama masjid dinamakan “Masjid Rindu Nabi Muhammad”.

Masjid Huai-Sheng dibangun oleh komunitas Arab yang datang ke China pada tahun 627 M. Islam masuk ke China berkat sahabat Nabi Muhammad, yaitu Saad bin Abi Waqash yang datang ke China pada masa pemerintahan Dinasti Tang tahun 627-649 M. Saad bin Abi Waqash membangun Masjid Huai-Sheng dan keberlangsungannya dilanjutkan kaum Muslim dan beberapa dinasti.

Masjid Huai-Sheng yang klasik, merupakan penggabungan arsitektur China dan Arab. Secara umum, kompleks masjid seluas 3.800 meter persegi ini berasitektur China seperti pada atap dan ornamen di dindingnya. Namun beberapa bagian bangunan dipenuhi tulisan Arab.

Masjid Huai-Sheng memiliki menara atau yang dalam bahasa China disebut minaret yang terletak di bagian depan, samping kanan pintu masuk. Menara setinggi 36 meter dengan diameter 8,7 meter ini, merupakan bangunan tersisa yang dibangun pada abada ke-7 M.

Dinding menara terdiri dari dua tingkatan, dalam dan luar. Menara memiliki jendela kecil, sebagai bagian dari ventilasi udara. Pemandangan dari atas menara, akan terlihat kota Guangzhou seluruhnya. Menara masjid khas Islami, meskipun usia pembangunannya telah sangat berumur, namun menara ini masih terlihat gemerlap dan megah.

Masjid inipun mempunyai gapura bertuliskan bahasa Arab. Aula yang menjadi tempat ibadah utama berada di bagian belakang masjid. Sedangkan di bagian belakang aula tersebut terdapat ruangan khusus untuk memajang souvenir dari berbagai negara berupa Alquran dan prasasti.

Masjid ini sebagaimana masjid-masjid di China lainnya tidak hanya dibuka pada waktu shalat dan untuk mendengarkan ceramah saja. Masjid ini juga digunakan untuk prosesi akad nikah, mengurus jenazah, mendamaikan orang yang berseteru, menolong orang yang membutuhkan, serta beragam kegiatan yang diadakan didaerah tersebut.

Lokasi di sekitar masjid yang terletak di Jalan Guang Ta Lu, Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong ini merupakan kawasan padat dengan banyak minimarket dan toko-toko.Di sekitar masjid ini terdapat tempat-tempat penjualan makanan, menjual makanan halal. Kebanyakan orang Arab yang berdomisili di China membeli daging halal di tempat ini.* ati - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR