Minggu, 15 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Mimbar
Deddy Mizwar

Pesantren Kilat Ubah Paradigma dari Pekerja Menjadi Pengusaha

Selasa, 13 Juni 2017
humas jabar
WAGUB Jabar Deddy Mizwar.*

MRB - Sesuai dengan ajaran agama, sembilan pintu rezeki berasal dari berdagang, sedangkan satu pintu hanya untuk pegawai. Untuk itu, kegiatan Pesantren Kilat Membiru Season 3 tahun ini bisa dikatakan sebagai ajang mengubah paradigma dari pekerja menjadi seorang pengusaha.

"Saya harap dari pesantren kilat ini bisa mengubah paradigma kita," kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), saat membuka acara Pesantren Kilat Membiru Season 3 dengan tema "Pemuda & Quran" di area Pusdai, Jalan Diponegoro Bandung, Senin (12/6).

Demiz menuturkan, sejak awal paradigma kita adalah bagaimana cara cepat lulus sekolah dengan angka terbaik supaya cepat dapat kerja. Bukan bagaimana menciptakan usaha agar bisa menciptakan lapangan kerja.

"Paradigma ini harus diubah seolah-olah kita tidak akan mendapatkan rezeki kalau tidak menjadi pekerja. Padahal pintu rezeki terbuka luas dari sektor perniagaan," tuturnya.

Sayangnya, kata Demiz, umat Muslim rata-rata memilih satu pintu dengan menjadi pekerja. Kondisi ini menyebabkan minimnya jumlah pengusaha Muslim di negeri ini.

"Itulah sebabnya berapa banyak pengusaha yang nonmuslim di Indonesia menjadi pengusaha besar dan berapa persen pengusaha muslim yang ada di Indonesia," tambahnya.

Demiz mencontohkan, Rasulullah pun menjadi pengusaha sukses, meski masa remaja sempat menjadi pekerja.

"Rosul pun berdagang meski sempat menjadi pekerja sebagai pengembala, tetapi setelah dewasa Beliau menjadi pengusaha yang sukses," tuturnya.

"Sayangnya negeri kita membiarkan orang-orang terampil untuk menjadi pekerja dengan banyaknya SMK yang ada. 70 persen usia produktif tidak menjamin angkatan kerja tersebut terserap oleh dunia industri. Pola paradigma ini harus diubah," ungkapnya.

Demiz menilai solusinya adalah mengubah paradigma kita dari pekerja menjadi pengusaha.

"Siapa yang lebih bermanfaat, yang memberi kerja atau pencari kerja? Kita umat Islam harus mengubah paradigma itu," pungkasnya.* harie - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR