Jumat, 20 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Mimbar
H. Ahmad Heryawan

Kini Manusia Sedang Dahaga Rohani

Jumat, 23 Juni 2017
humas jabar
GUBERNUR Jawa Barat H. Ahmad Heryawan.*

MRB – Religiusitas kini sedang dicari manusia. Masjid-masjid semakin banyak didatangi orang, karena kini manusia sedang dahaga rohani. Mereka berusaha memahami agama secara mendalam.

“Melalui lailatul qadar di bulan Ramadhan ini, insya Allah banyak manusia menjadi manusia baru,” tutur Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), saat bersilaturahmi dengan wartawan Pokja Gedung Sate, di Menara Gedung Sate, Kamis (22/6).

Pada sisi lain Aher mengungkapkan, keberadaan manusia tidak akan pernah terselami. Tidak akan pernah mengenal sepenuhnya antara satu manusia dengan manusia lainnya. Terbukti, mereka yang telah kawin selama puluhan tahun, yang telah sekian lama saling mengenal, akhirnya bisa bercerai juga.

“Untuk itu, dalam menyelami arti hidup puluhan tahun, untuk menjalani hubungan yang baik, kita harus berprasangka baik,” kata Aher, yang sore itu didampingi Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (Demiz).

Terkait dengan profesi wartawan, Aher mengingatkan perlunya klarifikasi atau bertabayyun.

“Misalnya sambil lewat saya ditanya wartawan, tetapi saya kurang respon atau sedikit kurang ramah tidak seperti biasanya. Berprasangka baiklah. Mungkin saat itu saya sedang galau. Apalagi saya jarang bertindak seperti itu (kurang respon, Red.). Kalau setiap saat bertindak seperti itu, baru itu namanya karakter. Tetapi mungkin saya sedang galau saja,” kata Aher.

Diakui Aher, tidak ada manusia yang sempurna. Mengutip ucapan Ibnu Khaldun, Aher mengatakan bila kita mencoba berusaha mencari teman yang tanpa cacat, pada akhirnya kita tidak akan punya teman, karena tidak ada manusia yang sempurna, bahkan akan asing dengan dirinya sendiri.

Atas nama pribadi, pada kesempatan itu Aher mengucapkan terima kasih atas kerja sama, terutama Pemerintah Provinsi Jabar dengan para wartawan yang terjalin selama ini.

“Tetaplah bekerja secara profesional dan proporsional. Kritik yang perlu dikritik, tetapi secara profesional dan proporsional. Lakukan secara kritis, namun etis. Bila ternyata masih ada pemberitaan yang kritis tapi tidak etis, saya dengan Pak Wagub hanya bisa ikhlas. Belajar ikhlas,” kata Aher, yang disambut tawa seratusan wartawan yang hadir.* harie - masjidraya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR