Rabu, 15 Juli 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

136 Santri Hafiz Al-Quran Belajar ke Turki

Selasa, 11 Juli 2017
IST.
WISUDA sekaligus pelepasan para santri hafiz Al-Quran untuk melanjutkan pendidikan di Turki.*

MRB – Sebanyak 136 santri penghapal Al-Quran (hafiz Al-Quran) akan melanjutkan pendidikan ke Turki. Para hafiz Al-Quran tersebut merupakan santri yang telah selesai mengikuti program pendidikan hafiz Al-Quran yang diselenggarakan Ditjen Pendidikan Kementerian Agama bersama Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki (UICCI/United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey).

Pelepasan mereka ke Turki dilakukan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin, Selasa (11/7/2017). Sebelumnya mereka mengikuti wisuda yang diselenggarakan di Kementerian Agama, Jln. M.H. Thamrin, Jakarta. Wisuda dihadiri para pejabat Eselon I dan II Ditjen Pendidikan Islam Kementrian Agama, dan pejabat UICCI Turki.

Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, program pendidikan hafiz Al-Quran didasari atas komitmen bersama Kementrian Agama dengan UICCI untuk mencetak kader kiai dan ulama yang mempunyai kapasitas pemahaman Alquran secara mumpuni.

Menurutnya, sesuai nota kesepahaman bersama dari dua belah pihak, santri program ini akan mengikuti proses pembelajaran selama dua tahun di pesantren-pesantren Sulaimaniyah yang tersebar di Indonesia. Setelah itu, dilakukan seleksi ulang terhadap mereka untuk menentukan siapa yang akan lanjut belajar di Turki selama dua tahun.

"Kerja sama ini sudah berjalan selama tujuh tahun. Hingga tahun 2017, sebanyak 1.700 santri belajar di 29 pesantren Sulaimaniyyah di Indonesia,” katanya.

Dari jumlah tersebut, santri yang sedang belajar di Turki sebanyak 325 orang. Sebanyak 120 santri sudah selesai belajar di Turki dan sekarang mereka tersebar di pesantren-pesantren Sulaimaniyah di Asia Pasifik untuk mengamalkan ilmunya.

Sementara itu Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi, mengatakan, program ini menjadi bagian dari upaya dan komitmen Ditjen Pendidikan Islam untuk menjadikan Pendidikan Islam-Indonesia sebagai destinasi pendidikan Islam dunia ke depan. Kementerian Agama sejak tahun 2015 telah menetapkan Program 10.000 Hafiz dan Hafizah Al-Quran pada pondok pesantren.

"Program tahfiz diselenggarakan di sejumlah pondok pesantren di Indonesia dan di Turki. Diharapkan, setiap peserta tahfiz dalam kurun waktu dua tahun mampu menuntaskan hafalan Alquran 30 juz dan pemahaman keagamaan yang baik," harapnya.

Selain program tahfiz, Kementerian Agama juga mencanangkan program 5.000 doktor pada perguruan tinggi keagamaan Islam. Program ini didedikasikan untuk para dosen pada perguruan tinggi keagamaan Islam untuk menuntaskan jenjang studi S3 pada sejumlah perguruan tinggi bonafit baik di dalam maupun luar negeri.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR