Minggu, 15 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Mimbar

33 Ulama Jabar Lulus Pendidikan Kader Ulama

Selasa, 11 Juli 2017
humas jabar
MUI Jabar menggelar pendidikan kader ulama selama 6 bulan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif pada para ulama, terutama da'i-da'i muda di Jawa Barat.*

MRB - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz), menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 33 ulama yang telah dinyatakan lulus mengikuti pendidikan kader ulama angkatan pertama yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar, di Hotel Asrilia Kota Bandung, Senin (10/7).

Sebanyak 33 peserta tersebut merupakan perwakilan dari para pengurus MUI se-Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaen Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang serta MUI Provinsi Jabar. Total peserta yang mengikuti pendidikan kader ulama selama 6 bulan tersebut sebanyak 36 orang.

Wagub Demiz menuturkan, peserta pendidikan bagi kader ulama ini perlu ditambah jumlahnya setiap tahunnya. Ia menilai 36 peserta yang ikut pada tahun ini dirasa masih sedikit.

"Saya kira sedikit kalau setahun hanya 33 orang. Mestinya banyak, mudah-mudahan tahun depan ada anggaran yang lebih baik," tuturnya.

Deddy mengungkapkan, pendidikan bagi kader ulama ini sangatlah penting apalagi diikuti oleh ulama-ulama yang masih muda yang sanggup untuk pergi ke mana pun dalam melakukan pencerahan dan memiliki pengetahuan Islam yang moderat.

"Saya kira ini sangat penting, apalagi maraknya faham-faham radikal, pornografi, narkoba, jadi perlu banyak kader ulama apalagi yang masih muda bisa ke mana-mana mereka memberikan pencerahan, dia juga Islam moderat, kan harus ada pengetahuan-pengetahuan lain yang dipelajari," ungkap Deddy.

"Di era citizen journalism, begitu banyak hal yang bersifat gibah, fitnah yang perlu ditepis hanya dengan iman. Makanya penting sekali ulama berada di tengah-tengah masyarakat di mana pun berada," katanya.

Ketua Bidang Penelitian dan Pengkajian MUI Pusat, Abdurahman, mengatakan pendidikan bagi kader ulama ini bertujuan untuk mewujudkan kader ulama yang memiliki integritas yang andal dalam bidang akidah, akhlak, nasionalisme tinggi, serta kompetensi keilmuan secara terintegrasi.

"Ini untuk menghadapi problem kehidupan umat di masa yang akan datang, itulah komitmen utama kami," ujarnya.

Sementara misi yang diemban, kata Abdurrahman, adalah menyelenggarakan program kaderisasi ulama secara intensif yang diarahkan pada penguasaan ilmu-ilmu dasar ke-Islaman, seperti Al Quran, tafsir hadits, dan fikih. Juga diarahkan pada penguasaan tentang tantangan pemikiran Islam kontemporer yang berasal dari ideologi, metodelogi, dan filsafat Barat.

"Kemudian mewujudkan peran MUI sebagai pelayan umat, sekaligus sebagai mitra strategis pemerintah di dalam wilayah NKRI. Dua misi inilah yang menjadi komitmen kami dalam menyelenggarakan pendidikan kader ulama ini," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, materi kajian yang prioritaskan pada pendidikan kader ulama ini adalah bahasa Arab, studi Al Quran, ulumul quran dan tafsir, studi hadits, fikih dan umul fikih, integrasi akidah dan syariah, serta pemikiran Islam kontemporer.* harie – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR