Rabu, 25 November 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Muamalah

Komunitas Bhinneka “Wisata” ke Masjid Raya Bandung

Minggu, 6 Agustus 2017
hariyawan/masjidraya.com
DALAM rangkaian kegiatan “Wisata Rumah Ibadat”, Komunitas Bhinneka Bandung melakukan kunjungan ke Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Sabtu (5/8).*

MRB – Sabtu (5/8), untuk ke dua kalinya Komunitas Bhinneka Bandung melakukan kegiatan “Wisata Rumah Ibadat”. Kelima rumah ibadat yang dikunjungi, yaitu Gereja Katedral St. Petrus Bandung di Jalan Merdeka No. 14 Bandung; Vihara Vimala Dharma di Jalan Ir. H. Djuanda No. 5, Dago, Bandung; Pura Puseur Dayeuh Siliwangi, di Jalan Lembong, Museum Siliwangi, Bintaldam III Siliwangi; Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, di Jalan Dalem Kaum, Bandung; dan Gereja Kristen Indonesia Taman Cibunut, di Jalan Van Depenter No. 11, Bandung.

Dalam kunjungannya ke Masjid Raya Bandung, rombongan yang terdiri atas anak-anak usia SD yang berlatar belakang agama dan suku berbeda ini, diterima pada pukul 13.00 WIB oleh perwakilan pengurus DKM Masjid Raya Bandung, yaitu Sekretaris, Drs. H. Aos Sutisna, M.Ag; Staf Ahli Bidang Organisasi, Kajian, dan Pengembangan IT, DR. H. Agus Safei, M.Ag; dan Ketua Bidang Pemuda dan Remaja Masjid, Drs. H. Djudju Syamsudin, M.Si.

Kedatangan Komunitas Bhinneka Bandung ke Masjid Raya Bandung, dipimpin Ali Abdullah. Kepada Pengurus DKM Masjid Raya Bandung, Ali menjelaskan bahwa dalam kegiatan “Wisata Rumah Ibadah” tersebut, pihaknya hendak menyelami identitas Bangsa Indonesia sebagaimana ditegaskan dalam UUD 1945, Pasal 36, yang secara tegas menempatkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia.

“Untuk itulah, secara sederhana Komunitas Bhinneka Bandung mengadakan Wisata Rumah Ibadat, ingin menghayati kembali identitas bangsa Indonesia yang asli, yakni bangsa yang berbeda-beda tetapi satu jua,” jelas Ali Abdullah di hadapan anggota Komunitas Bhinneka dan Pengurus DKM Masjid Raya Bandung.

Pada kesempatan tersebut, H. Agus Safei menjelaskan tentang sejarah keberadaan Masjid Raya Bandung dari masa ke masa serta menjawab beberapa pertanyaan polos dan antusias dari anak-anak.

Atas antusiasme anak-anal tersebut, H. Aos menyampaikan bahwa Masjid Raya Bandung selalu terbuka untuk menjawab pertanyaan, baik tentang keberadaan Masjid Raya Bandung maupun tentang ke-Islaman secara umum.

“Kami selalu membuka diri untuk menjawab pertanyaan keagamaan Islam, baik untuk konsultasi maupun sekadar ingin mengetahui keberadaan Masjid Raya Bandung,” kata H. Aos, yang pada kesempatan tersebut memberikan cenderamata berupa buku tentang Masjid Raya Bandung kepada Ali Abdullah.

Selanjutnya, H. Djudju pun memandu anak-anak melakukan tur ke setiap bagian masjid, seraya menjawab pertanyaan anak-anak yang penuh kepenasaran.* hariyawan – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR