Minggu, 20 Oktober 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar

Tradisi Membagikan Air Zamzam kepada Jamaah Haji

Senin, 7 Agustus 2017

MRB – Sudah menjadi tradisi di Arab Saudi untuk menyambut tamu dengan memberikan air minum. Karena air merupakan barang yang langka di wilayah gurun pasir seperti di Arab Saudi, memberikannya kepada tamu menjadi tanda penyambutan kehormatan.

Tradisi memberikan air minum kepada tamu, sudah ada di Arab Saudi selama lebih dari 14 abad. Bahkan kebiasaan ini diyakini sudah berlangsung semenjak era pra-Islam.

Sampai sekarang, tradisi itu masih ada. Para jamaah haji yang mengunjungi Arab Saudi biasanya disambut oleh para pemuda Mekah yang mendistribusikan air zamzam kepada mereka.

Zaman Nabi Muhammad Saw, tugas membagikan air zamzam itu hanya dilakukan oleh keluarga kakek buyut Muhammad. Setelah menaklukkan Mekah, Nabi Muhammad Saw meminta pamannya, Abbas bin Abdul Muttalib untuk menjalankan tugas membagikan air zamzam tersebut. Setelah itu, tugas ini kemudian dilakukan secara turun-temurun oleh keluarga Al-Zubayr. Seiring meningkatnya jumlah jamaah haji, keluarga lain juga diizinkan untuk melakukan pekerjaan mendistribusikan air zamzam.

Ketua Kantor Serikat Zamazemah, Abdulhadi Abduljalil Zamzami kepada Al-Arabiya.net mengatakan bahwa sebelum lemari es air menjadi barang umum, keluarga Zamazima dikerahkan ke sana untuk mendistribusikan air. “Saat itu setiap keluarga memiliki tempat sendiri di mana mereka memasukkan labu tembikar dan pot tembaga untuk mendistribusikan air kepada pengunjung dan peziarah," katanya.

Menurut Abdulhadi, keluarga Zamazima pertama-tama memindahkan air ke labu tembikar dan kemudian ke botol yang diberi aroma damar wangi. Setelah itu, keluarga-keluarga ini yang mengenakan pakaian tradisional, membagikan air kepada peziarah di pot tembaga.

“Tradisi pembagian seperti ini berlangsung selama bertahun-tahun, sampai tahun 1982 Masehi. Saat itu sebuah dekrit kerajaan dikeluarkan dengan menetapkan bahwa menyediakan air untuk peziarah di dalam Masjidil Haram Mekah harus menjadi tugas yang dilakukan oleh Presidensi Umum untuk urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi,’’ ujarnya.

Setelah dekrit itu, semua keluarga Zamazima kemudian bergabung di bawah Kantor Serikat Zamazemah yang ditugaskan untuk membagikan air zamzam kepada peziarah dan membawanya ke tempat tinggal mereka setiap hari.

Menurut Abdul Hadi, pada masa sekarang kantor Serikat Zamazemah telah mendistribusikan air zamzam ke lebih dari 2 juta peziarah setiap tahunnya. * ati/berbagai sumber – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR