Minggu, 20 Oktober 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Masjid Bir Ali

Tempat Jamaah Bermiqat, Berihram untuk Berhaji

Kamis, 10 Agustus 2017
IST.
MASJID Bir Ali tempat dilakukannya miqat, mempunyai banyak nama. Selain Masjid Bir Ali, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Al Miqat, Masjid Al Muhrim, Masjid Syajarah, dan Masjid Dzul Hulaifah.*

MRB – Jamaah calon haji (calhaj) asal Indonesia sejak Sabtu (5/8/2017) mulai memasuki Kota Mekah, Arab Saudi. Mereka adalah jamaah yang sudah sembilan hari tinggal di Kota Madinah.

Sebelum memasuki Kota Mekah, sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi, Kota Madinah, para jamaah akan singgah di Bir Ali untuk mengambil miqat. Di kota ini jamaah akan melakukan miqat di Masjid Bir Ali atau Masjid Al Miqat. Sebagaimana disyariatkan, ada 3 hal yang harus diamalkan saat mengambil miqat, termasuk miqat di Bir Ali. Pertama, mandi sunah ihram dan memakai pakaian ihram. Kedua, shalat sunah ihram 2 rakaat. Ketiga, berniat ihram serta bertalbiyah.

Kota Bir Ali berada di sebelah barat Lembah Aqiq dan masuk Distrik Zul Hulaifah. Disebut Bir Ali (bir berarti kata jamak untuk sumur) karena pada zamannya, Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA menggali banyak sumur di tempat ini. Sekarang sumur-sumur buatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sudah tidak ada lagi. Dari Bir Ali ke Kota Mekah masih cukup jauh, seitar 450 kilometer dengan waktu tempuh antara lima sampai enam jam.

Masjid Bir Ali tempat dilakukannya miqat, mempunyai banyak nama. Selain Masjid Bir Ali, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Al Miqat, Masjid Al Muhrim, Masjid Syajarah, dan Masjid Dzul Hulaifah. Disebut Masjid Al Miqat karena di masjid ini jamaah yang akan memasuki Kota Mekah akan melakukan miqat. Sedangkan disebut Masjid Al Muhrim karena di masjid ini, Rasulullah SAW dan para sahabat mengambil miqat untuk ihram hajinya.

Sementara itu, disebut Masjid Syajarah (yang berarti pohon) karena sebelumnya masjid yang cantik ini dibangun di tempat Nabi Muhammad SAW pernah berteduh di bawah sebuah pohon (sejenis akasia). Beberapa orang juga menyebut Masjid Bir Ali sebagai Masjid Dzul Hulaifah karena letaknya berada di Distrik Dzul Hulaifah.

Menurut buku yang diterbitkan Al Madinah Al Munawwarah Research and Studies Center, masjid ini dibangun pertama kali pada masa kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz di Madinah pada tahun 87-93 Hijriah/706-712 Masehi.

Menurut sejarahnya, Masjid Bir Ali mengalami beberapa kali renovasi. Dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Madinah Umar bin Abdul Aziz (87-93 Hijriyah), kemudian oleh Zaini Zainuddin Al Istidar pada tahun 861 Hijriyah (1456 Masehi), lalu pada zaman Dinasti Usmaniah dari Turki dengan dibantu seorang muslim dari India pada tahun 1090 Hijriyah (1679 Masehi), hingga terakhir pada masa pemerintahan Pelayan Dua Tanah Raja Abdul Aziz yang memerintah Kerajaan Saudi Arabia dari tahun 1981 sampai 2005.

Pada masa Raja Fahad bin Abdul Aziz, masjid diperluas dan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk mempermudah jamaah haji yang akan mengambil miqat. Masjid yang semula kecil dan sederhana kini menjelma menjadi bangunan indah.

Masjid dibangun dengan bentuk persegi seluas 6.000 meter persegi. Terdiri atas dua set koridor yang dipisahkan oleh teras seluas 1.000 meter per segi. Di dalamnya terdapat bangunan melengkung yang menyerupai busur yang berakhir dengan kubah-kubah panjang. Yang unik, masjid yang dirancang oleh Abdul Wahid El Wakil ini memiliki menara unik berbentuk spiral dengan ketinggian 64 meter.

Masjid Bir Ali terhubung dengan bangunan-bangunan yang digunakan untuk mandi, wudlu, dan memakai pakaian ihram. Karena banyaknya jamaah yang mandi di Bir Ali sebelum memakai pakaian ihram, masjid ini dilengkapi dengan 512 toilet dan 566 kamar mandi. Beberapa di antaranya dikhususkan untuk jamaah yang memiliki kekurangan fisik (cacat tubuh). Seluruh bagian masjid mulai dari daun pintu, karpet, hingga toilet dan kamar mandi berbau wangi.

Selain bangunan masjid yang cukup luas dan bersih, masjid ini mempunyai lahan parkir yang mampu menampung bus-bus besar jamaah haji.* ati/berbagai sumber – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR