Jumat, 20 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Muhasabah

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Kamis, 17 Agustus 2017
Oleh: H. Tjetje Soebrata

MRB – Hari ini, bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-72. Sejak jauh hari, masyarakat menyambutnya dengan beragam kegiatan. Semarak peringatan hari kemerdekaan merupakan wujud kegembiraan bangsa ini dalam merayakan kemerdekaannya.

Sejatinya kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah memang tidak sekadar dirayakan, tetapi patut disyukuri. Kemerdekaan yang diraih bangsa ini merupakan anugrah, nikmat besar dari Allah Swt yang wajib untuk disyukuri.

Ketika bangsa ini memproklamirkan kemerdekaannya 72 tahun yang lalu, para pendiri bangsa dalam Pembukaan UUD 1945 menyatakan, “Atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa…”. Kalimat tersebut merupakan pengakuan bahwa kemerdekaan yang hingga saat ini dirasakan rakyat Indonesia, adalah berkat rahmat dan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang patut disyukuri. Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengundang nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lebih besar, seperti firmam Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi, , “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah (kenikmatan tersebut) kepada kalian”.

Mensyukuri kemerdekaan sudah menjadi kewajiban bagi bangsa ini. Mensyukurinya dengan lisan, dalam bentuk kalimat tahmid, berterima kasih dan menyebut jasa serta mendoakan para pahlawan, semoga amalnya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyebut jasa baik tersebut juga menjadi bagian dari syukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mensyukuri kemerdekaan, juga berarti mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif dan amalan-amalan yang disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam berbangsa dan bernegara. Jangan isi kemerdekaan ini dengan kemaksiatan, karena itu berarti mengingkari nikmat kemerdekaan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jangan sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut nikmat-Nya dan menggantinya dengan niqmah (adzab).

Kemerdekaan yang dirasakan rakyat Indonesia harus membawa keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tanpa kemerdekaan, bagaimana kita bisa beribadah dengan tenang, nyaman, dan tentram? Karenanya, kemerdekaan ini patut disyukuri dan menjadi jalan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Marilah kita syukuri kemerdekaan ini dengan mempertahankan keutuhan jati diri bangsa ini dengan nilai-nilai Islam yang tinggi dan cinta kepada negeri ini. Dalam Islam dinyatakan bahwa mencintai negeri adalah termasuk pengokohan iman kita terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mudah-mudahan bangsa ini bisa menjadi bangsa yang meraih maghfirah (ampunan), kesejahteraa, dan kedamaian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala selama-lamanya.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR