Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Mimbar
H. Baihaki Jubaedie

Berkat Pendekatan Personal, Jadwal Pemakmur Masjid Terarah dan Terpadu

Minggu, 20 Agustus 2017
hariyawan/masjidraya.com
KETUA Bidang Ibadah Rutin dan Sosial Keumatan, DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Baihaki Jubaedie, S. MAP.*

MRB – Pengalaman puluhan tahun mengabdikan diri di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, apalagi pernah ditempatkan di Kesbangpol (Badan Kesatuan, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Daerah/Bakesbangpol dan Linmasda atau BKBPPMD Provinsi Jawa Barat) serta di Kodiklat/Badiklatda (Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah) Provinsi Jawa Barat, ternyata memberi kontribusi besar ketika pada 2011, Drs. H. Baihaki Jubaedie, S. MAP., diberi amanah untuk menjadi salah satu pengurus di DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Kini H. Jubaedie menjabat sebagai Ketua Bidang Ibadah Rutin dan Sosial Keumatan, DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat.

Di bawah Wakil Ketua II/Imarah –pemakmuran masjid melalui pengeloaan pemberdayaan umat di lingkungan masjid –, H. Jubaedie antara lain bertanggung jawab dalam pengaturan tugas marebot, muadzin, imam shalat, khatib Jumat, konsultasi keagamaan, pengajian dhuha, kuliah subuh, ceramah malam Ahad, ceramah-ceramah taklim, yang diatur dengan penyusunan agenda dan jadwal kegiatan yang terarah dan terpadu dilengkapi dengan kegitatan KBIH, pembinaan Keluarga Sakinah, dan pelayanan umum. Belum lagi kini Masjid Raya Bandung sedang menggalakkan Kegiatan 3 S, yaitu shalat Subuh berjamaah dengan menampilkan imam dan penceramah pilihan.

“Untuk mengatur banyak orang dan jadwal bagi mereka, tentunya perlu penyusunan agenda dan jadwal kegiatan yang terarah dan terpadu. Alhamdulillah berkat pengalaman sebelumnya di Pemprov Jabar dan dengan pendekatan secara personal, jadwal kegiatan bagi para pemakmur masjid ini bisa terarah dan terpadu,” kata H. Jubaedie, saat berbincang dengan MasjidRaya.com di ruang kerjanya, DKM Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Sabtu (19/8) sore.

Untuk khatib/iman shalat Jumat misalnya, kata H. Jubaedie, hampir seluruh khatib/imam dari seluruh MUI kabupaten/kota di Jawa Barat, sudah pernah mengisi di Masjid Raya Bandung. Terkecuali dari Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Banjar, yang memang baru berdiri.

“Sebagai masjid raya tingkat Jawa Barat, mereka (para khatib/imam, Red.) dari berbagai kabupaten/kota tersebut merasa berbangga hati bisa mengisi kegiatannya di sini. Tidak jarang, mereka memboyong keluarganya ke sini. Untuk itu, kami menyediakan fasilitas hotel untuk mereka menginap. Kami senantiasa mengedepankan pelayanan,” papar H. Jubaedie.

H. Jubaedie amat menyadari bahwa kegiatan imarah di Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat akan menjadi cermin bagi masjid-masjid di tingkat kabupaten/kota, karena kedudukannya sebagai masjid provinsi menjadi teladan bagi kabupaten/kota di Jawa Barat.

Sejak awal tahun 2017, Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat menggalakkan Kegiatan 3 S, yang meliputi shlat Subuh berjamaah, tausyiah dan istigosah, silaturahim dan ramah-tamah. dengan menampilkan imam dan penceramah pilihan.

“Imam dan penceramah pilihan dimaksud, selain berkompeten di bidangnya, terutama Beliau-beliau ini punya basis massa santri yang banyak, sehingga kegiatan shalat Subuh tersebut semakin semarak,” turur H. Jubaedie.

Meski demikian, tambah H. Jubaedie, dengan rata-rata pengikut shalat subuh setiap harinya 200 jamaah, sudah terbilang cukup banyak bila dibandingkan jumlah jamaah shalat Subuh di masjid-masjid raya lainnya.

“Pada intinya, lingkup imarah senantiasa diarahkan untuk meningkatkan kegiatan jamaah dan seluruh pemakmur majid agar lebih tertarik dan nyaman serta puas dengan pelayanan keimarahan di Masjid Raya Bandung ini,” pungkasnya.* hariyawan – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR