Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Tak Terkendala Daftar Tunggu

208 TKI di Korsel Naik Haji

Rabu, 23 Agustus 2017
IST.
KEBERANGKATAN jamaah haji Indonesia di Korea Selatan, dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadid di Masjid Jami Itaewon, Seoul, Selasa (22/8/2017).*

MRB – Minat umat Islam di Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, tidak sebanding dengan kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi. Akibatnya, jamaah harus mau mengantre untuk menunaikan Rukun Islam kelima ini.

Contohnya bagi umat Islam di Provinsi Sulawesi Selatan, lama waktu tunggu untuk menunaikan ibadah haji di kisaran 30 tahun. Bahkan di Kabupaten Sindrap, waktu tunggu mencapai 43 tahun.

Ketika sebagian besar umat Islam di Indonesia harus menunggu tahunan hingga puluhan tahun untuk menunaikan ibadah haji, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Kores Selatan justru dapat menunaikan ibadah haji kapan pun.

Dilansir Liputan6.com, bagi TKI di Korea Selatan, menunaikan ibadah haji seperti berlibur ke negara lain, tidak terkendala kuota seperti di Indonesia. Umat Islam di Korea sampai saat ini berjumlah 35.000 orang. Sebagian besar masyarakat di Negeri Gingseng ini tidak beragama, sisanya beragama Buddha dan Kristen. Kuota haji di Korea Selatan sebagian besar justru dipakai oleh muslim warga negara asing yang bermukim atau punya izin tinggal di sana, termasuk warga negara Indonesia.

Selain tidak terkendala masalah kuota, TKI di Korea Selatan juga tidak bermasalah dengan besaran biaya perjalanan ibadah haji, karena penghasilan TKI di Korea Selatan cukup bagus. Untuk berangkat haji, seorang TKI di Korsel harus mengeluarkan biaya sebesar 4.500.000 won atau setara dengan Rp 50 juta. Di Mekah, mereka akan mendapatkan akomodasi di hotel bintang lima yang berjarak satu kilometer dari Masjidilharam dan hotel bintang tiga di Madinah yang jauhnya 500 meter dari Masjid Nabawi.

Minister Counsellor Diplomasi Publik KBRI Seoul, M. Aji Surya mengatakan, peminat naik haji dari kalangan TKI di Korsel tiap tahun meningkat cukup pesat. Dibanding tahun lalu, jamaah haji tahun ini naik 20-an persen.

"Saya tengarai, mereka sadar bahwa menunaikan ibadah haji dari Indonesia makin sulit, baik dari sisi dana ataupun waktu tunggu yang makin lama. Karenanya, mereka memanfaatkan betul berbagai kemudahan selama di Korea Selatan," kata Surya.

Sementara itu, keberangkatan jamaah haji Indonesia di Korea Selatan, dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadid di Masjid Jami Itaewon, Seoul, Selasa (22/8/2017).

"Teman-teman alhamdulillah diberi kemudahan mendapatkan rezeki, tidak perlu antre dan masih berbadan kuat karena masih muda," kata Umar Hadid saat melepas 208 TKI yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Kepada para jamaah haji ini, Umar Hadid berpesan tiga hal. Pertama, luruskan niat untuk senantiasa beryukur atas nikmat Tuhan. Sebab, warga Indonesia di Korsel mendapatkan limpahan rahmat berupa kemudahan ibadah haji yang luar biasa.

Kedua, diingatkan, walaupun berangkat dari Korsel, mereka tetap warga Indonesia. Untuk itu sikap ramah dan saling tolong menolong harus dikedepankan.

"Terakhir, ketika pulang semoga jadi haji mabrur. Meningkat keikhlasannya, bertambah amal kebajikannya, serta mendoakan yang lain bisa mengikuti jejaknya datang ke Baitullah," katanya.* ati – MasidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR