Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Kemenag: “Hati-hati Penipuan Berkedok Beasiswa”

Senin, 28 Agustus 2017

MRB – Saat ini banyak oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan beasiswa yang diberikan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencari keuntungan pribadi dengan cara melakukan aksi penipuan. Dengan dalih membantu mempercepat pencairan beasiswa, oknum tersebut meminta sejumlah uang kepada korbannya.

Diberitakan Kemenag.go.id, untuk menghindari aksi penipuan tersebut, Kemenag melalu Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis) mengimbau satuan kerja (satker) madrasah dan Raudatul Atfal (RA) se-Indonesia supaya berhati-hati terhadap penipuan pendataan dan pemberian bantuan beasiswa kepada siswa-siswi berprestasi.

"Ditjen Pendis tidak pernah menyampaikan surat edaran, baik melalui situs web ataupun surat elektronik (surel), seperti yang saat ini banyak diterima oleh madrasah," kata Kasubbag Publikasi dan Humas Ditjen Pendis Muhtadin di Jakarta, Senin pekan lalu.

Menurutnya, modus penipuannya adalah dengan mengirimkan surat ke RA dan madrasah untuk meminta nama-nama siswa berprestasi yang ada di madrasah. "Selanjutnya mungkin data tersebut akan dipergunakan untuk suatu kepentingan tertentu, dan yang kita khawatirkan nantinya dipergunakan untuk meminta mengirimkan sejumlah uang sebagai pembayaran atau semacam pungutan liar ke rekening tertentu dengan berbagai alasan," katanya.

Muhtadin mengingatkan, jika madrasah atau masyarakat umum menerima surat pemberitahuan atau surat edaran sejenis, sebaiknya tidak langsung percaya. “Lakukan empat langkah ini. Pertama, tidak memberikan respon kepada janji-janji dan penawaran yang berasal dari orang atau alamat surel yang tidak diketahui atau meragukan. Kedua, jangan mengungkapkan data pribadi atau data keuangan kepada siapa pun yang tidak dikenal atau dipercaya.

"Apabila mengungkapkan informasi tersebut kepada orang lain atau orang tersebut mengunggahnya melalui situs yang tidak dapat dipercaya, mohon untuk melaporkan kejadian tersebut pada aparat penegak hukum," ucapnya.

Ketiga, mewaspadai terhadap informasi dari alamat akun yang bukan resmi milik lembaga; dan keempat, mengkonfirmasi dan mengkoordinasikam dengan menghubungi bagian yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran surat yang diterima.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR