Jumat, 20 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Tenda di Mina Dilengkapi Lampu Jadwal Melontar Jumrah

Senin, 28 Agustus 2017
Sinhat/MasjidRaya.com
MENTERI Agama, Lukman Hakim Saifudin saat melihat kesiapaan tenda jamaah haji Indonesia di Mina. Menteri juga melihat pemasangan lampu jadwal melontar jumrah yang dipasang di sekitar tenda jamaah.*

MRB – Jamaah haji tahun ini merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan musim haji tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya karena kuota haji setiap negara sudah kembali normal setelah sebelumnya dikurangi sekitar 20%, sejumlah negara juga mendapat tambahan kuota. Seperti Indonesia, mendapat tambahan kuota sebanyak 10 ribu.

Banyaknya jamaah menyebabkan Kota Mekah menjelang pelaksanaan puncak haji, menjadi sangat padat. Begitu juga dengan Mina, yang menjadi salah satu titik pelaksanaan ibadah haji.

Di tengah kepadatan Mina yang menjadi titik pelaksanaan lontar jumrah, pemerintah membuat jadwal larangan melontar jumrah. Tujuannya sebagai antisipasi padatnya menuju ke jamarat atau lokasi lontar jumrah.

Pengaturan pergerakan jamaah ke lokasi lontar jumrah dilakukan Pemerintah Arab Saudi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat padatnya jamaah. Untuk menyosialisasikan jadwal larangan melontar jumrah, Muassasah Asia Tenggara telah memasang lampu penanda jadwal lontar jumrah di setiap jalur keluar maktab menuju jamarat.

Lampu yang dipasang di area tenda-tenda jamaah itu berwarna merah, kuning dan hijau. Merah artinya jamaah dalam area tenda itu tidak dalam jadwal melontar jumrah. Kuning berarti jamaah bersiap untuk menuju jamarat. Sedangkan hijau, tanda diperbolehkan melontar jumrah.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin meminta petugas haji Indonesia untuk terus menyosialisasikan layanan lampu ini kepada jamaah agar menjadi perhatian bersama dan mereka mematuhi aturan melontar jumrah. Menurutnya, peran ketua regu, kloter dan pembimbing ibadah sangat penting agar jemaah mematuhi aturan.

"Di sini sudah dilengkapi lampu keluar masuk dari perkemahan ke jamarat. Jamaah sebelum berangkat ke jamarat, harus memperhatikan sinyal lampu, merah atau hijau," kata Menag saat meninjau persiapan Armina, Sabtu (26/8/2017).

Di titik-titik yang terpasang lampu akan dijaga oleh petugas untuk memastikan tidak ada jamaah yang melanggar sesuai aturan jadwal yang ditentukan. "Petugas maktab akan menyesuaikan waktunya," jelasnya.

Berikut ini waktu yang dilarang bagi jamaah haji Indonesia untuk melontar jumrah yang menjadi salah satu wajib haji:

1. 10 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 06.00–10.30 waktu Arab Saudi (WAS).

2. 11 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 14.00–18.00 WAS.

3. 12 Zulhijjah larangan melontar jamarat mulai pukul 10.30–14.00 WAS.* ati/sinhat – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR