Jumat, 22 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Jamaah Mulai Bergerak ke Arafah, Fase Armina Dimulai

Rabu, 30 Agustus 2017

MRB – Jamaah haji Indonesia mulai hari ini (Rabu, 30/8/2017) secara bertahap diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf sebagai puncak ibadah haji 1438 H. Keberangkatan jamaah haji ke Arafah menandai dimulainya fase Arafah-Muzdalifah-Mina atau biasa disebut Armina.

Informasi dari Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid, layanan transportasi pada fase Armina terbagi dalam empat tahap, yaitu dari Mekah ke Arafah, Arafah ke Muzdalifah, Muzdalifah ke Mina, lalu Mina kembali ke Mekah. “Layanan transportasi selama Armina ini sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Sejauh ini layanan transportasi untuk jamaah haji Indonesia telah siap,” ungkap Subhan dilansir dari Kemenag.go.id.

Subhan mengatakan, untuk keberangkatan ke Arafah, jamaah akan diberangkatkan dari maktab masing-masing dengan menggunakan bus. Jamaah haji Indonesia yang terbagi dalam 70 maktab dengan kapasitas setiap maktab 3.000 jamaah, akan diberangkatkan ke Arafah menggunakan 1.470 bus atau setiap maktab disiapkan 21 bus. Pemberangkatan jamaah untuk rute Mekah-Arafah terbagi dalam tiga jadwal, yakni pukul 08.00-12.00, pukul 12.00-16.00 dan pukul 16.00-20.00 waktu Arab Saudi (WAS) pada 8 Zulhijjah 1438H.

Sedangkan untuk rute Arafah-Muzdalifah sepanjang empat kilometer, pemberangkatan akan dimulai pada saat terbenamnya matahari tanggal 9 Zulhijjah 1438H, sesuai dengan syarat rukun wukuf. Rasio bus akan dikurangi karena jarak dari Arafah ke Muzdalifah cukup pendek sehingga satu maktab disediakan sembilan bus. Bus akan berputar untuk satu maktab sekitar 6 - 7 kali putaran, sehingga diharapkan sebelum pukul 12 malam sudah selesai.
.
Tahap selanjutnya adalah transportasi Muzdalifah ke Mina yang berjarak dua kilometer. Jumlah bus akan kembali dikurangi menjadi tujuh bus tiap maktab. “Pengurangan angkutan ini bukan berarti tidak ada bus tetapi dilakukan demi menjaga perputaran bus tetap berjalan. Jika terlalu banyak bus, justru akan menimbulkan kemacetan,” katanya.

Terakhir adalah layanan transportasi dari Mina kembali ke Mekah. Jumlah bus dikembalikan semula menjadi 21 bus per maktab. Angkutan dibagi dua, bagi jamaah yang akan mengikuti nafar awal akan diangkut pada 12 Zulhijjah mulai pukul 07.00-16.00 karena jamaah yang mengambil nafar awal harus berada di luar Mina sebelum terbenam matahari. Untuk jamaah yang mengambil nafar tsani angkutannya dimulai pada 13 Zulhijjah mulai pukul 07.00 sampai jamaah terangkut semua, tidak dibatasi.

“Umumnya jamaah yang kembali pada pekan pertama mengambil nafar awal. Itu sudah kita prediksi karena suhu dan cuaca di Mina. Biasanya kalau sudah di Mina satu hari, mereka memutuskan nafar awal," kata Subhan.

Nafar awal, yakni jamaah hanya melontar jumrah di 10, 11, dan 12 Zulhijjah. Mereka hanya dua malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina menuju Mekah pada 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam. Total batu yang mereka siapkan adalah 49 butir.

Sementara, nafar tsani atau nafar akhir yakni jamaah melontar jumrah pada 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah dengan total batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Mereka menginap di Mina selama tiga malam dan meninggalkan Mina menuju Mekah pada 13 Zulhijjah. Subhan memastikan bus bagi jemaah yang mengambil nafar tsani tetap disiapkan.

Semua jenis bus dikerahkan untuk mengangkut jamaah, yakni bus shalawat dan bus antarkota. Rasionya, satu bus akan mengangkut 144 orang dalam tiga kali putaran. Untuk Mekah-Arafah, semua jamaah bisa mendapat kursi.

Sedangkan Arafah-Muzdalifah yang jaraknya pendek akan dimaksimalkan kapasitasnya. Artinya, ada jamaah yang berdiri. Meski demikian, Subhan mengimbau jemaah tidak perlu khawatir bercampur dengan jemaah lain di bus karena di tiap maktab terdapat pemandu yang mengarahkan jamaah.* ati/sinhat – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR