Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Harus Wukuf, Jamaah Sakit pun Disafariwukufkan

Kamis, 31 Agustus 2017

MRB - Wukuf adalah rukun haji yang dilaksanakan di Arafah pada tanggal 9 Zulhijjah. Karena rukun, maka harus dilakukan seluruh jamaah haji, termasuk jamaah yang sedang sakit.

“Ketika ada orang sakit, kemudian dia bisa dibantu untuk berada di tanah Arafah untuk melaksanakan wukuf, maka harus dilakukan,” kata Anggota Amirul Hajj yang juga Sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr. Asrorun Ni’am, dilansir Kemenag.go.id.

Karenanya, lanjutnya, pada setiap penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah men-safariwukuf-kan jamaah haji yang sakit pada puncak ibadah haji tersebut. Mereka dinaikan ke dalam bus, baik dalam keadaan tertidur maupun duduk.

“Men-safariwukuf-kan jamaah haji yang sakit tersebut, merupakan salah satu ikhtiar pemerintah, karena sebagai rukun haji, wukuf harus dilakukan,” katanya.

Menurutnya, terkait pelaksanaan wajib haji seperti melontar jumrah atau mabit di Mina, itu bisa diwakilkan kepada orang lain atau dengan membayar dam. Bahkan dalam kondisi tertentu, ada juga pandangan yang mengatakan, jamaah yang memiliki uzur syar’i tidak harus melaksanakan wajib haji dan juga tidak dikenakan denda atau dam karenanya.

“Termasuk uzur syar’i adalah orang yang khawatir dengan keselamatan jiwanya. Khawatir sakitnya justru bertambah parah jika dipaksakan melaksanakan wajib haji,” ujarnya.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR