Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Korban Kebakaran Pesantren

Tiga Bersaudara Penghapal Al Quran Tewas'Terbakar

Minggu, 17 September 2017
IST.
TIGA bersaudara yang merupakan santri di Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah, Muhammad Syafiq Haikal Sulaiman (13), Muhammad Hafiz Iskandar (11 tahun), dan Muhammad Harris Ikhwan (10) menjadi korban kebakaran saat mereka akan bersiap melaksanakan Shalat Subuh.*

MRB – Kebakaran Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah di Datuk Keramat, Kuala Lumpur, Malaysia, yang menewaskan 22 santri dan 2 penjaga asrama, masih menyisakan kesedihan. Rakyat Malaysia masih berkabung atas musibah yang terjadi pada Kamis (14/9/2017) tersebut.

Di antara berita sedih yang mengiringi musibah tersebut, adalah tewasnya tiga bersaudara yang merupakan santri di Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah. Adalah Muhammad Hafiz Iskandar (11 tahun), Muhammad Syafiq Haikal Sulaiman (13), dan Muhammad Harris Ikhwan (10) yang menjadi korban kebakaran di saat mereka akan bersiap melaksanakan Shalat Subuh.

Musibah yang menimpa tiga bersaudara ini disampaikan oleh paman mereka, Mas Zaitun Murni Mohd Shahid. Seperti dilansir nst.com.my, Mas Zaitun mengungkapkan, dirinya menerima kabar dari WhatsApp tentang kebakaran yang menimpa pesantren tempat keponakannya menimba ilmu.

Mas Zaitun yang merupakan saudara dari Mas Hawani Mohd Shahid, ibu dari ketiga santri tersebut, langsung ke pesantren untuk memastikan berita tersebut. Dirinya sangat syok dan sangat sedih ketika melihat pesantren tersebut memang benar terbakar. Kesedihannya bertambah ketika mengetahui bahwa keponakannya tidak ada dalam daftar nama-nama santri yang selamat.

"Salah satu guru kemudian mengatakan kepada saya bahwa mereka mungkin termasuk di antara mereka yang terjebak di salah satu kamar asrama di lantai tiga," katanya.

Mas Zaitun mengungkapkan bahwa dirinya yang membantu mendaftarkan ketiga keponakannya bersekolah di Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah pada Januari tahun ini. Sebelumnya mereka sudah bersekolah di sekolah agama lain di Bangi.

"Awalnya mereka enggan dipindahkan ke sekolah. Tapi setelah beberapa saat, mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka senang di sana (di Keramat)," kenang Mas Zaitun.

Mas Zaitun menceritakan, beberapa hari sebelum musibah terjadi, salah satu keponakannya itu, Muhammad Hafiz Iskandar sempat bertanya, "Jika saya meninggal, apakah saya bakal masuk surga". Saat itu Mas Zaitu menjawab spontan, "Iya, jika kamu mati syahid". Dialog dengan keponakannya tersebut sangat membekas di benak Mas Zaitun.

Terburuk
Sementara itu, musibah kebakaran di Pesantren Darul Quran Ittifaqiyah yang merupakan sekolah tahfiz tersebut, merupakan yang terburuk di Malaysia sejak 20 tahun terakhir. Korban tewas sebanyak 24 orang, sebanyak 22 orang diantaranya adalah siswa. Kesemuanya merupakan anak laki-laki yang berusia 13-17 tahun. Sedangkan dua orang korban merupakan guru dan staf di pesantren tersebut. Sementara itu, ada sepuluh orang korban luka yang dilarikan ke rumah sakit. Empat di antaranya mengalami luka serius.

Deputi Direktur Pemadam Kebakaran Kuala Lumpur, Abu Obaidat Mohamad Saithalimat mengatakan ternyata rumah tahfiz tersebut tidak memiliki pintu keluar darurat. Para korban diduga terjebak di dalam asrama karena jendela kamar mereka dilindungi dengan teralis besi.

Api diyakini berkobar dari pintu utama sekolah, dan semua korban luka hangus ditemukan di tempat lain di gedung tersebut. "Semua mayat ditemukan di dekat kiri dan kanan di lantai dua. Tapi tragisnya, semua jendela memiliki teralis. Mereka sulit ke luar," kata Abu Obaidat.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR