Jumat, 22 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Pakistan dan Bangladesh Belajar Pengelolaan Haji dari Indonesia

Senin, 25 September 2017
IST.
DIREKTUR Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis saat menerima delegasi Misi Haji Pakistan dan Bangladesh di Kantor Daker Mekah, pada Jumat (22/9/2017).*

MRB – Indonesia menjadi contoh bagi negara lain dalam hal pengelolaan haji. Menjelang berakhirnya musim haji tahun 1438 H/2017 M, Misi Haji Pakistan dan Bangladesh yang masing-masing dipimpin oleh konsulnya di Arab Saudi, mengunjungi kantor Misi Haji Indonesia di Daerah Kerja (Daker) Mekah, Jumat (22/9/2017).

Selain diterima oleh Kepala Daker Mekah, Nasrullah Jasam, delegasi juga diterima oleh Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis dan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ahmad Dumyathi Bashori. Nasrullah Jasam kepada hajiumrahnews.com, mengatakan, kunjungan kedua misi haji ini untuk mengetahui lebih detail tentang manajemen haji Indonesia sebagai pengirim jamaah haji terbesar.

Negara Pakistan dan Bangladesh tercatat sebagai negara yang masuk dalam 10 negara terbesar pengirim jamaah haji. Pakistan menempati urutan kedua setelah Indonesia dengan 179 ribu kuota haji, sebanyak 100 ribuan di antaranya adalah haji reguler. Sementara Bangladesh menempati urutan keempat dengan 129 ribu kuota haji, di mana posisi ketiga ditempati India dengan 170 ribu kuota haji.

Dalam kunjungan tersebut, Misi Haji Pakistan dan Bangladesh mengungkapkan, selama ini akomodasi jamaah haji Pakistan dan Bangladesh di Mekah jaraknya mencapai 7 km dari Masjidil Haram. Sedang di Madinah, sekitar 10 ribu jamaah haji regular mereka tinggal di hotel yang terletak di luar markaziyah.

Sementara untuk masa tinggal jamaah kedua negara di Arab Saudi, berkisar antara 43 sampai 45 hari.

Kedatangan kloter pertama mulai 1 Dzulqaidah. Meski kuotanya lebih sedikit dibanding Indonesia, hotel yang disewa Pakistan di Mekah lebih banyak, mencapai 195 hotel. Namun kapasitas hotelnya jauh lebih kecil dari Indonesia. Indonesia dengan jumlah jamaah yang lebih besar, hanya menyewa 155 hotel dengan kapasitas yang lebih besar.

Sementara Sri Ilham dalam sambutannya mengatakan, pertemuan antarmisi haji penting untuk saling memahami kelebihan dan kekurangan layanan yang diberikan kepada jamaah negara masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Sri Ilham menyampaikan berbagai pengalaman tentang manajemen pengelolaan haji Indonesia. Menurutnya, sebagai negara dengan kuota jamaah haji terbanyak, Indonesia dihadapkan pada tantangan penyediaan layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, maupun katering.

Untuk itu, proses persiapan penyelenggaraan haji dilakukan sejak awal. “Penutupan operasional haji tahun ini, sekaligus menandai dimulainya persiapan penyelenggaraan haji tahun depan,” tutur Sri Ilham.

Sri menambahkan, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terus berusaha memberikan layanan terbaik bagi jamaah. Karenanya, baik akomodasi, transportasi, maupun katering diupayakan dapat disediakan dalam standard terbaik. Untuk memastikan hal ini, Kementerian Agama sudah memiliki Peraturan Menteri Agama tentang pengadaan layanan haji di Arab Saudi.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR