Jumat, 22 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Dua Jamaah Haji Indonesia Masih Hilang

Kamis, 28 September 2017
IST.
PETUGAS Linjam PPIH Arab Saudi Daker Mekah sedang menyisir gunung di wilayah Mina untuk mencari Hadi Sukma Adsani yang hilang di sekitar jamarat dan Mina.*

MRB – Pelaksanaan ibadah haji tahun 1438 H/2017 sudah mendekati fase terakhir. Sejak Senin (25/9/2017), seluruh jamaah haji Indonesia sudah berada di Kota Madinah. Di kota ini, jamaah akan berada selama sembilan hari untuk kemudian pulang ke Tanah Air.

Di tengah kegembiraan jamaah haji yang bersiap untuk pulang ke Tanah Air setelah selama hampir 40 hari berada di Tanah Suci, dua orang jamaah haji Indonesia dinyatakan hilang. Menurut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) , dua jamaah haji yang hilang adalah, Atim Arta Ota (62) Asal Bogor dan Hadi Sukma Adsani (73) asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Atim dilaporkan tak diketahui keberadaannya sejal 15 Agustus 2017 saat terpisah dari rombongannya, saat beribadah di Masjidil Haram. Atim tergabung dalam kelompok terbang (kloter) embarkasi 56 Jakarta-Bekasi (JKS 56). Sedangkan Hadi Sukma Adsani dilaporkan menghilang sejak 2 September 2017 saat terpisah bersama rombongannya kerika mabit (bermalam) di Mina untuk melempar jumrah. Hadi tergabung dalam kloter 37 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 37) .

Kabid Perlindungan Jamaah (Linjam) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kolonel Jaetul Muchlis di Mekah, Senin (25/9/2017), menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pencarian. Saat ini pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari unsur perlindungan jamaah (Linjam) dan personel lain di Daerah Kerja (Daker) Mekah. Pencarian telah dilakukan sejak pertama kali adanya laporan. Pencarian diawali dari titik yang dilaporkan rombongan, yaitu Masjidil Haram serta jamarat dan Mina.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kantor Kepolisian Arab Saudi, baik yang di Haram maupun Mina, seluruh Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), Kantor Imigrasi, Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi, Muasasah dan berbagai pihak-pihak yang terkait. Kita minta bantuannya dalam proses pencarian para jamaah yang belum diketahui keberadaanya,” lanjutnya.

Untuk memudahkan pencarian, proses telah dibagi dalam beberapa zona atau klaster. Di RSAS misalnya, tim tidak hanya fokus pada jamaah (pasien) yang ada identitasnya, tetapi juga kepada pasien-pasien yang tidak ada identitasnya (majhul), baik yang sedang dirawat maupun yang ada di kamar jenazah. Bahkan, tim juga sudah menyisir tempat tahanan karena khawatir yang bersangkutan dibawa pihak berwajib karena persoalan hukum.

“Kami juga menyisir gunung-gunung mengingat dalam keterangan/informasi para keluarga kedua jamaah tersebut memiliki riwayat dimensia yang ingin pergi ke gunung dan menanam jagung seperti di kampung halamannya. Informasi sekecil apapun, kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Jaetul sendiri melaporkan, tahun ini tercatat ada 383 jamaah mengalami hal serupa dan terpisah dari rombongannya. Dari jumlah itu, semua berhasil ditemukan keberadaannya, kecuali Atim Arta Ota dan Hadi Sukma Adsani.

“Segala upaya kami beserta jajaran dan juga dibantu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) bagian Pelayanan Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) sudah dilakukan. Kami sudah menyebarkan data-data dan foto profil jamaah tersebut. Kami juga menjalin komunikas diplomatik dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk membantu pencarian,” katanya.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR