Rabu, 23 Oktober 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Mimbar
H. Yazid Fakhri

Muazin Dadakan Ini Mendadak Ditawari Jadi Muazin Resmi Masjid Jeddah

Sabtu, 30 September 2017
IST.
PETUGAS Haji Indonesia, H. Yazid Fakhri, ditawari menjadi muazin resmi Masjid Khadijah Al Atha, Jeddah.*

MRB – Suara merdu Yazid Fakhri saat mengumandangkan azan shalat magrib di Masjid Khadijah Al Atha, Jedah, Arab Saudi, membuat jamaah terpesona. Niatnya menjadi muazin dadakan, Yazid malah ditawari menjadi muazin resmi masjid tersebut oleh Imam Masjid Khadijah Al Atha.

Kisah Yazid, Petugas Haji Indonesia dari Kalimantan Tengah ini terjadi secara tak sengaja. Pada Sabtu (16/9/2017), Yazid mengunjungi Masjid Khadijah Al Atha. Ketika memasuki waktu shalat magrib, mereka berniat shalat di masjid tersebut. Namun setelah ditunggu beberapa saat, muazin resmi masjid tersebut tidak kunjung tiba. Yazid akhirnya meminta izin kepada pengurus masjid untuk menjadi muazin dadakan.

Awalnya Imam Masjid ragu untuk memberikan kesempatan kepada Yazid menjadi muzin. Namun akhirnya pria yang tercatat sebagai anggota Majelis Hakim MTQ Kalimantan Tengah ini, diizinkan untuk menjadi muazin.

Memilih irama azan Indonesia, bukan yang biasa dilantunkan muazin Arab Saudi, Yazid mengumandangkan azan dengan sangat merdu. Terbukti jamaah yang mendengar suaranya, seperti terbius.

"Awalnya saya heran, kenapa tiba-tiba masjid menjadi sepi, padahal sebelumnya ramai suara orang. Saya khawatir, jangan-jangan karena azan yang saya kumandangkan,” katanya seperti dilansir laman haji.kemenag.go.id.

Setelah Yazid selesai azan, masjid yang awalnya sunyi, tiba-tba ramai dengan ucapan “Subhanallah” dan “Masya Allah”. “Banyak jamaah memeluk dan menciumi saya sambil berucap, antum azan thayyib," tambah Yazid.

Tak berhenti sampa di situ, usai shalat, Yazid diminta oleh petugas masjid supaya menunggu Imam Masjid. Ketika bertemu sang Imam Masjid, Yazid ditawari untuk menjadi muazin resmi Masjid Khadijah Al Atha. Bukan hanya itu, ia pun diminta setelah musim haji selesai, untuk tinggal menetap di Jedah membantu mengelola masjid.

Sayangnya Yazid tidak bisa memenuhi permintaan tersebut, karena di Indonesia dia mempunyai pekerjaan dan keluarga yang menunggu. Sebelum kembali ke hotel, pengurus masjid mencatat nomor telepon Yazid. Esok harinya dia dijemput oleh seorang bernama Syech Saeed yang diperintahkan oleh Imam Masjid untuk mengajak jalan-jalan di Jedah. Yazid diajak ke toko pakaian Arab dan dibelikan tiga stel pakaian Arab sebagai hadiah.

"Sambil masih bingung saya terima sambil mengucap syukur bukan besar atau kecilnya hadiah itu tapi bagaimana mereka memberi penghargaan kepada saya. Air mata saya pun tidak terasa mengalir subhanallah walhamdulillah Allahu Akbar," tutur Yazid sambil berkaca-kaca.

Sebagai ucapan terima kasih, pada Senin (18/9/2017), Yazid berkunjungan ke Masjid Khadijah Al Atha dengan mengenakan pakaian baru, hadiah dari Imam Masjid. Oleh Syech Saeed, ia diminta mengumandangkan azan magrib dan kemudian Syech Saeed mengumandangkan iqamah dan langsung menjadi imam.

"Selesai shalat saya buru-buru mau balik hotel tapi saya ditahan dan kami bertukar nomer handphone. Kata beliau (Syech Saeed), maukah tinggal di Jedah, saya bilang Insyaa Allah jika ada izin Allah SWT," tutur Yazid.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR