Minggu, 15 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Peringatan Hari Santri Nasional 2017

K.H. Ma'ruf Amin Mengajak Santri Jihad Pemikiran dan Ekonomi

Senin, 23 Oktober 2017
IST.
K.H. Ma’ruf Amin bersama ulama dan santri Nahdlatul Ulama saat membaca kitab kuning Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al Bantany dalam rangkaian memperingati Hari Santri Nasional 2017 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017).*

MRB – Resolusi Jihad yang digelorakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Ansyari pada tanggal 20 Oktober 1945, menjadi cikal bakal peringatan Hari Santri Nasional. Sejak tahun 2015, tanggal 20 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional.

Semangat jihad yang digelorakan K.H. Hasyim Ansyari tersebut masih relevan dengan kondisi saat ini. Hanya saja bukan jihad perang fisik, melainkan jihad pemikiran dan ekonomi.

“Para santri harus melakukan jihad. Namun jihad tersebut bukan jihad perang fisik, melainkan jihad pemikiran dan ekonomi,” demikian disampaikan Rais Aam PBNU yang juga Ketua MUI, K.H. Ma'aruf Amin, saat memberikan sambutan pada puncak perayaan Hari Santri Nasional (HSN) di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (22/10/2017).

Amin mengatakan jihad pemikiran diperlukan karena belakangan ini mulai ada sekelompok oknum yang menyuarakan getakan-gerakan radikal intoleran untuk merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Padahal seluruh kiai NU telah menyatakan bahwa NKRI sudah final.

"Melalui jihad pemikiran harus melawan oknum getakan radikal intoleran tersebut," kata Amin.

Sementara jihad ekonomi, santri harus menjadi basis perekonomian Indonesia. Caranya, dengan menjadikan pesantren sebagai tak hanya basis keagamaan tapi juga basis perekonomian.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR