Senin, 22 Juli 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar

Resolusi Jihad, Cikal Bakal Hari Santri Nasional

Senin, 23 Oktober 2017
IST.
PERINGATAN Hari Santri Nasional Tahun 2017 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (22/10/2017), yang dihadiri para santri Nahdatul Ulama (NU).*

MRB – Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Dipilihnya tanggal 22 Oktober, karena pada tahun 1945 di bulan Oktober, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asyari mendeklarasikan Resolusi Jihad.

Resolusi jihad merupakan bentuk perlawanan umat muslim terhadap NICA (Netherlands Indies Civil Administration) yang mencoba menjajah kembali Indonesia. K.H. Hasyim Asy'ari bersama dengan ulama lainnya yang merupakan wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya pada 21- 22 Oktober 1945. Para ulama tersebut kemudian mendeklarasikan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai perang jihad.

Para ulama tersebut menyerukan resolusi jihad untuk melawan NICA. Para santri dan pemuda berjuang dalam barisan Hisbullah yang dipimpin oleh H. Zainul Arifin. Sementara itu para kiai berada di barisan Mujahiddin yang dipimpin oleh K.H. Wahab Abdullah.

Isi dari Resolusi Jihad tersebut adalah, menegaskan bahwa hukum membela Tanah Air adalah fardhu ain bagi setiap Islam di Indonesia. Tak hanya itu dalam Resolusi Jihad juga ditegaskan bahwa muslimin yang berada dalam radius 94 kilometer dari pusat pertempuran wajib ikut berperang melawan Belanda.

Setelah resolusi, para kiai membentuk barisan pasukan Sabilillah yang dipimpin oleh K.H.Maskur. Dua minggu setelah Resolusi Jihad tersebut terjadilah pertempuran 10 November 1945.

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, Pancasila dan Resolusi Jihad yang digaungkan oleh K.H. Hasyim Asyari mampu melahirkan nasionalisme di Indoensia. "Agama dan nasionalisme harus seiring sejalan dan saling menguatkan, bahkan Pancasila adalah perwujudan Alquran dan Islam itu sendiri dalam sila- silanya," katanya.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR