Senin, 18 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Komik Peringatan HSN Pecahkan Rekor MURI

“Wajah Pesantren, Wajah Indonesia, Sejarah Santri Merawat Keindonesiaan”

Senin, 23 Oktober 2017
IST.
DIAWALI dengan goresan pertama kalimat Iqra (baca) oleh Menag, komik dengan tema “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia, Sejarah Santri Merawat Keindonesiaan” dilanjutkan oleh 30 komikus dari berbagai wilayah Nusantara, bahkan ada komikus yang berasal dari negeri jiran Malaysia. Komik bercerita tentang awal Islam hingga pengukuhan tanggal 20 Oktober sebagai Hari Santri di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.*

MRB – Hari Santri Nasional Tahun 2017 diperingati di seluruh Indonesia. Sampai Minggu (22/10/2017), rangkaian peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Oktober tersebut, masih berlangsung.

Di Semarang, peringatan Hari Santri Nasional digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (21/10/2017). Peringatan yang dihadiri oleh Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin tersebut, ditandai dengan pembuatan komik sepanjang 300 meter yang akan tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Diawali dengan goresan pertama kalimat Iqra (baca) oleh Menag, komik dengan tema “Wajah Pesantren, Wajah Indonesia, Sejarah Santri Merawat Keindonesiaan” dilanjutkan oleh 30 komikus dari berbagai wilayah Nusantara, bahkan ada komikus yang berasal dari negeri jiran Malaysia. Komik bercerita tentang awal Islam hingga pengukuhan tanggal 20 Oktober sebagai Hari Santri di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo.

Setiap komikus diberi ruang ekspresi sepanjang 10 meter dengan masing-masing tema yang berbeda. Komikus Evi mendapat kesempatan membuat awal Islam masa Nabi Muhammad SAW. Wanita yang saat ini bermukim di Malaysia dan berprofesi sebagai ilustrator ini membuat sketsa tentang gambaran awal Islam terlebih dahulu sebelum menyempurnakannya dalam sapuan warna dan sentuhan akhir lainnya.

“Gambar yang dibuat tidak terlalu bergaya komik, tema yang dibuat bercerita tentang awal Islam dengan menonjolkan ikon-ikon yang identik dengan anak-anak, misal ada balon dan sejenisnya,” ujar Evi yang juga berprofesi sebagai penulis buku anak-anak.

Segmen terakhir dari 300 meter komik dalam rangka Hari Santri dibuat oleh komikus Ifud yang bercerita tentang momen saat Presiden Joko Widodo meresmikan tanggal 20 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“Di segmen akhir ini, diilustrasikan harapan bangsa terhadap santri tentang bagaimana mencegah radikalisme dan korupsi, serta komitmen dari santri untuk senantiasa menjaga NKRI,” ujar komikus yang juga kartunis salah media cetak.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR