Minggu, 9 Agustus 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Agama Itu Penting

Selasa, 24 Oktober 2017
Oleh: Trisna Willy Lukman

MRB - Agama sangat penting dalam pembentukan keluarga yang sejahtera lahir dan batin. Bukan hanya sekadar kebutuhan lahiriah saja yang dapat dipenuhi, tapi juga kebutuhan batiniahnya terpenuhi.

Kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur kecukupan materi, karena masih banyak syarat yang harus dipenuhi. Pasal 1 UU No 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menjelaskan bahwa keluarga berkualitas dibentuk berdasarkan perkawinan sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggungjawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga adalah kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik materil guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan kebahagiaan lahir dan batin.

Dalam pasal ini jelas terlihat bahwa ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam arti baik pemahaman agamanya merupakan ciri dari keluarga yang berkualitas. Ditambah lagi dengan ketahanan dan kesejahteraan keluarga yang dicirikan dengan keluarga yang memiliki keuletan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin.

Agama dan keuletan dalam berusaha akan dapat menjadi dorongan yang kuat bagi terbentuknya keluarga yang sejahtera lahir batin. Keluarga dengan materi berlebihan sekalipun, tidak bahagia jika selalu dikejar rasa berdosa atau bersalah karena harta diperoleh merupakan hasil korupsi atau tindak kejahatan yang tidak sesuai kaidah agama. Keluarga seperti itu akan dihinggapi rasa was-was, takut, dan jiwa yang gersang. Hidupnya sengsara secara batiniah, dalam arti kebahagiaan dan kesejahteraan lahir batin yang sebenarnya tidak akan pernah tercapai.

Setiap agama mengajarkan kebaikan, termasuk dalam meningkatkan kesejahteraan hidup. Agama tidak mengajarkan korupsi, laku curang dan hal hal negatif lainnya. Agama hanya mengajarkan bentuk usaha yang mengantarkan pada keberkahan.*** Penulis adalah Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama.


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR