Rabu, 28 Oktober 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

IIRE 2017 Membedah Makanan Halal

Selasa, 24 Oktober 2017
IST.
IIRE 2017 digelar dua hari, Senin-Selasa (23-24 Oktober 2017) di Hotel Aryadhuta, Karawaci.*

MRB - Sertifikasi halal menjadi perhatian publik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, halal kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan juga sudah memasuki dunia bisnis.

Untuk memberikan pemahaman tentang halal, Kementerian Agama (Kemenag) bersama Australian Technology Network (ATN) dan Kemenristekdikti menggelar "Seminar and Workshop 2nd Inspiring International Research Excellence (IIRE) tahun 2017”. Seminar riset ini digelar dua hari, Senin-Selasa (23-24 Oktober 2017) di Hotel Aryadhuta, Karawaci. Seminar dibuka Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin dan Acting Dubes Australi, Dr. Bradley Armstrong.

Kasubdit Penelitian, Publikasi Ilmiah dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama, Mohammad Zain, Senin (23/10/2017), mengatakan, IIRE 2017 akan membahas sejumlah topik, salah satunya adalah makanan halal (halal food). “Halal di Indonesia menemukan momentum baru setelah diresmikannya Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal sebagai Eselon I di Kementerian Agama. Apa dan bagaimana BPJPH ke depan, kami akan menghadirkan Kepala BPJPH sebagai salah satu pembicara pada seminar ini,” ujar Zain.

Selain makanan halal, topik yang dibahas antara lain urban planning, population genetics, dan architecture. Semua topik itu didampingi narasumber dan para peneliti dari ATN yang berkompeten di bidangnya, antara lain Dirjen Pendidikan Islam Prof. Kamaruddin Amin, Ph.D., Kepala BPJPH Prof. Ir. Sukoso,M.Sc., Ph.D, Prof. Segadevan G. Mundree, Ph.D., MBA, Prof. Helen Klaebe, dan Prof. Ocky K. Radjasa, M.Sc., Ph.D.

Seminar diikuti sekitar 300 dosen/peneliti yang terpilih dari sekitar 1.000 pendaftar. Mereka adalah para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dan Perguruan Tinggi Umum (PTU), serta para peneliti. “Momen ini adalah kesempatan emas untuk membangun jejaring dengan peneliti Australia. Para peserta akan mempresentasikan dan mengkonsultasi topik penelitiannya kepada para peneliti ATN,” tuturnya.

Selain seminar dan workshop, akan dilakukan juaga kompetisi 3 menit presentasi hasil penelitian di hadapan para juri dan peneliti Australia. Pemenang kompetisi ini akan diprioritaskan meneruskan pendidikan Ph.D. atau riset kolaboratif dengan pihak ATN.* ati/kemenag.go.id – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR