Minggu, 9 Agustus 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Muhasabah

Pemimpin (Kaum) Mukmin

Rabu, 25 Oktober 2017

MRB - Aslam, budak Umar, berkisah, "Kami berangkat bersama Umar r.a. menuju daerah yang tidak berpasir hingga tiba di tempat yang sunyi. Tiba-tiba kami melihat nyala api. Dia berkata, 'Hai Aslam, aku melihat di sana rombongan penunggang kuda yang tertahan malam dan dinginnya udara. Mari kita lihat!'"

Kami bergegas menghampirinya. Ternyata di sana ada seorang wanita bersama beberapa orang anak. Sementara itu sebuah kendi terpasang di atas api, sedangkan anak-anaknya menangis.

Umar berkata, "Assalamu 'alaikum, hai pemilik cahaya."

"Waalaikum salam," jawab si wanita.

"Bolehkan aku mendekat?" tanya Umar.

"Mendekatlah dengan membawa kebaikan atau pergilah."

Kami pun menghampirinya. "Mengapa kalian berada di sini?"

Wanita itu menjawab, "Kami kemalaman dan kedinginan."

"Mengapa anak-anak itu menjerit-jerit?"

"Mereka kelaparan."

"Lalu apa yang ada dalam kendi itu?"

"Hanyalah air untuk menentramkan mereka. Allah berada di antara kami dan Umar."

"Semoga Allah merahmatimu. Bagaimana Umar mengetahui kalian?"

"Dialah yang menangani urusan kami, kemudian dia melupakan kami."

Umar menghampiriku (Aslam) seraya berkata, "Marilah kita pulang."

Kami pulang dengan bergegas hingga tiba di gudang tepung. Dia mengeluarkan sekarung tepung dan sekantung lemak. Dia berkata, "Naikkan ke punggungku."

Aku berkata, "Biarlah aku yang membawanya."

Umar berkata, "Dapatkah kamu memikul dosaku di hari kiamat? Tidak!"

Aku menaikkan ke punggungnya. Kami kembali menuju wanita itu dengan bergegas. Dia menyimpan bawaannya di dekat wanita, mengeluarkan sebagian tepung, lalu berkata, "Masukkanlah ke dalam kendi dan aku akan membesarkan apinya!"

Mulailah Umar meniup api. Aku melihat asap keluar dari sela-sela janggutnya hingga makanan matang, lalu berkata, "Bawakan aku wadah!"

Wanita itu datang dengan membawa piring. Umar menuangkan isi kuali ke piring sambil berkata, "Suapilah mereka, aku yang akan mendadarkannya supaya cepat dingin."

Mereka terus disuapi hingga kenyang. Umar membiarkan sisa makanan di sisi ibunya. Umar beranjak, aku pun demikian. Wanita itu berkata, "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Dalam menangani persoalan, engkau lebih baik daripada Amirul Mukminin."

Umar berkata, "Ucapkanlah kebaikan. Jika kamu menemui Amirul Mukminin, insya Allah kamu akan menemuiku di sana.Dia adalah seorang pengembala yang jujur kepada rakyatnya, yang terjaga karena menyelesaikan aneka persoalan rakyatnya." abu ainun/"Pengalaman Ruhaniah Kaum Shufi" - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR