Senin, 19 Agustus 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Kesebelasan Darul Huda Ponorogo Juarai LSN 2017

Rabu, 1 November 2017
humas setda kota bandung
WALIKOTA Bandung, M. Ridwan Kamil, lewat Liga Santri Nasional 2017 kembali tradisikan cium tangan.*

MRB – Pertandingan final Liga Santri Nasional (LSN) 2017 yang mempertemukan dua kesebelasan terbaik yaitu Darul Huda Ponorogo dan Darul Hikmah Cirebon berakhir dengan skor yang sangat tipis 1-0 untuk kemenangan Darul Huda Ponorogo.

Gol tunggal kemenangan Darul Huda dicetak pemain bernomor punggung 15, Fery, melalui tendangan jarak jauh dengan kaki kirinya pada menit ke-10. Dengan keberhasilan tersebut, Darul Huda berhak atas trofi plus hadiah uang senilai Rp100 juta.

Tidak hanya itu, keberhasilan Darul Huda dilengkapi oleh gelar pemain terbaik yang direbut, Inzaghi, sekaligus sebagai kapten tim. Inzaghi berhak atas hadiah uang sebear Rp5 juta beserta trofi dan medali emas. Sementara itu, Darul Hikmah sebagai runner-up harus puas meraih hadiah uang senilai Rp75 juta plus trofi.

Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil, mengatakan LSN 2017 tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan minat bakat para santri, namun ada nilai lebih, yaitu nilai adab budaya Indonesia yang dikenal sopan santun dalam bermain bola. Setiap para pemain diharuskan mencium tangan wasit sebelum memulai pertandingan.

“Alhamdulillah hari ini sudah mencapai laga final dari Liga Santri Nusantara 2017. Di Stadion Gelora Bandung Lautan Api akan mempertandingkan juara tim yang sama-sama tangguh karena sudah bisa mencapai laga final. LSN ini tidak hanya sebagai wadah penyalur minat dan bakat para santri, namun ada nilai lebih yang ditonjolkan dari setiap pertandingan yang sudah dilewati, yaitu nilai atau adab sopan santunnya yang menjadi ciri khas Indonesia sebagai masyarakat yang berbudaya. Tradisi mencium tangan wasit ini bagus kita rekomendasikan kepada FIFA,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam laga Final Liga Santri Nusantara 2017 di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (30/10/2017).

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, berharap LSN akan menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia, sehingga akan banyak inovasi dan kemajuan yang terjadi di pondok pesantren jika semua pondok pesantren bisa bersama-sama berkomitmen melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan memegang teguh ajaran Islam.

“LSN diharapkan menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh pondok pesantren yang ada di Indonesia. Berbahu bersama demi melahirkan para penerus bangsa yang teguh memegang nilai-nilai agama. Indonesia merdeka tidak lepas dari para santri yang berjuang melawan para penjajah. Sekarang sudah saatnya santri menjadi poros terdepan kemajuan dan perubahan Indoensia ke arah yang lebih baik dari sekarang,” tuturnya.

Selanjutnya menurut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui sambutanya yang dibacakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrowi, mengatakan LSN 2017 menyuguhkan sejumlah pertandingan yang berkualitas dan menjunjung tinggi sportivitas. Ini karena olahraga itu menyalurkan kepada setiap atlit ke arah yang positif. Oleh karena itu, LSN diharapkan akan menciptakan generasi pemain sepakbola Tim nasional Indonesia.

“LSN merupakan kompetisi yang baik dan menyuguhkan sejumlah pertandingan yang berkualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Semoga LSN akan kembali menciptakan generasi pemain sepakbola yang akan bermain di tim nasional Indonesia, seperti M. Rafli Mursalim yang bersinar bersama timnas U-19 di Piala AFF U-18 2017 yang merupakan jebolan dari LSN. M. Rafli memulai karier sepak bolanya di Pesantren Al-As’ariyah Banten,” paparnya.* harie – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR