Minggu, 9 Agustus 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Muhasabah

Juru Nasehat yang Penyayang

Jumat, 3 November 2017

MRB - Sufyan ats-Tsauri rahimahullah meriwayatkan bahwa Abu Dzar al-Ghifari berdiri di sisi Ka'bah sambil berkata, "Wahai umat manusia. Akulah pasukan al-Ghifari sahabat Rasulullah. Mari bergegas kepada penasehat kita yang simpatik."

Setelah orang-orang mengerumuninya, dia berkata, "Bagaimana menurut pendapatmu jika salah seorang di antara kamu hendak bepergian jauh, bukankah dia akan menyiapkan bekal supaya tidak sengsara dan sampai ke tujuan?"

Orang-orang menjawab, "Benar, wahai Abu Dzar."

Dia melanjutkan, "Jika demikian, ketahuilah sesungguhnya perjalanan kiamat itu lebih jauh daripada yang kamu bayangkan. Karena itu, siapkanlah perbekalan untuk kebaikanmu."

"Wahai sahabat Rasulullah, perbekalan apakah yang berguna bagi kami?" tanya khalayak.

Abu Dzar menjawab, "Berhajilah untuk menghadapi aneka peristiwa yang dahsyat, shaumlah sehari pada saat musim panas yang amat hebat guna menghadapi lamanya berkumpul di mahsyar, dan shalatlah dua rakaat di dalam kepekatan malam guna menghadapi kesepian di dalam kubur."

Mereka berkata, "Hai Abu Dzar, semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Lanjutkan nasehatmu."

Dia berkata, "Tuturkanlah perkataan yang baik dan janganlah melontarkan perkataan yang buruk guna menghadapi situasi yang sangat hebat. Bersedekahlah, mudah-mudahan kamu selamat dari kesulitan kiamat."

Orang-orang berkata, "Alangkah indahnya nasehat yang engkau sampaikan, wahai sahabat Rasulullah. Lanjutkan nasihatmu."

Dia melanjutkan, "Jadikanlah dunia dalam dua ruangan: ruangan untuk mencari akhirat dan ruangan untuk mencari barang yang halal. Jika ada yang menjadikannya tiga ruangan, maka yang ketiga itu tidak akan memberimu manfaat, malah memberikan kemadaratan.

Jadikanlah harta kekayaan dalam dua jenis uang saja: satu jenis diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan untuk membiayai keluargamu dan sejenis lagi kamu tabungkan untuk akhiratmu. Jika kekayaan itu dijadikan dalam tiga jenis, maka jenis yang ketiga akan memadaratkanmu dan takkan memberimu manfaat.

Hai manusia, kalian telah dibinasakan oleh kerakusan yang takkan pernah dapat kalian penuhi."* abu ainun/"Pengalaman Ruhaniyah Kaum Shufi" - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR