Rabu, 28 Oktober 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Inspirasi
Ibrah

Saat Tepat Buat Bertobat

Senin, 13 November 2017

MRB - Abu Sulaiman ad-Darani berkata, "Aku terlambat datang di tempat juru kisah. Tutur katanya telah mempengaruhi diriku. Namun, setelah aku bangkit dari majlisnya, lenyaplah pengaruh itu dari qalbuku. Aku mengunjunginya kembali, dan perkataannya berpengaruh lagi terhadap diriku. Setelah tiba di rumah, pengaruh itu lenyap lagi. Maka aku merusak segala hal yang menghambatku. Lalu aku konsisten dalam suatu tarekat."

Ketika kasus itu dikemukakan kepada Yahya bin Mu'adz, dia berkomentar, "Burung pipit (tukang kisah) berhasil menangkap kalkun (Abu Sulaiman)."

Sedang Abu Bakar al-Wasithi berpendapat bahwa ungkapan Sulaiman ad-Darani itu ada kaitannya dengan rasa berdosa. Ia berkata, "Sikap tidak tergesa-gesa dalam segala hal itu bagus kecuali dalam tiga hal: ketika waktu shalat tiba, ketika menguburkan mayat, dan saat bertobat dari dosa."

Pernyataan itu mengandung makna bahwa betapa pun kecilnya dosa harus segera dihapus dengan bergegas bertobat kepada Allah SWT. Lain halnya dengan orang-orang terdahulu yang berbuat dosa. Mereka mengharamkan atas dirinya perkara yang halal. Jika berbuat dosa, keesokan harinya telah terpampang di atas ambang pintu rumahnya tulisan yang berbunyi, "Si Fulan bin Fulan telah melakukan dosa anu dan taubatnya dengan cara anu."

Bagi umat Islam, Allah memberi kita kemudahan. Dengan firman-Nya, "Barangsiapa yang melakukan keburukan dan menzhalimi dirinya sendiri, kemudian dia memohon ampun kepada Allah, niscaya dia menjumpai bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nisa:110)* abu ainun/"Pengalaman Ruhaniah Kaum Shufi" - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR