Senin, 19 Agustus 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Menag Resmikan 9 PHSA di Jabar

Pengurusan Ibadah Haji Semakin Cepat dan Mudah

Senin, 20 November 2017

MRB – Kabar gembira bagi umat muslim di Jawa Barat, karena pengurusan ibadah haji akan semakin mudah dan cepat. Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin hari ini (Senin, 20/11/2017), meresmikan tujuh kantor Pelayanan Haji Satu Atap (PHSA) binaan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Menag juga meresmikan sembilan balai nikah dan manasik haji kecamatan di tujuh kabupaten/kota. Seremonial peresmian dilangsungkan di Kankemenag Kab. Karawang yang dihadiri Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Mohsen, Kakanwil Kemenag Jawa Barat A Bukhori, Ketua Umum MUI Jawa Barat, para Kepala Kankemenag Kab/Kota di Provinsi Jawa Barat, serta ratusan ASN Kementerian Agama.

Tujuh PHSA yang diresmikan antara lain berada di Kantor Kemenag Kab. Karawang, Kab. Bandung, dan Kab. Indramayu. Sembilan PHSA yang diresmikan, berada di daerah yang cukup gemuk pendaftarnya.

Sedangkan sembilan balai nikah dan manasik haji yang diresmikan berada di Kec. Mandirancan Kab. Kuningan, Kec. Luragung Kab. Kuningan, Kec. Tarogong Kidul Kab Garut, Kec. Ciledug Kab. Garut, Kec. Purbaratu Kota Tasikmalaya, KUA Kec. Cisalak Kab. Subang, Kec. Panjalu Kab. Ciamis, Kec. Cakalongkulon Kab. Cianjur, dan Kec. Gunung Puyuh Kota Sukabumi.

Menag dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian Kanwil Kemenag Jabar yang berhasil memiliki sembilan PHSA. "Apa yang kita lakukan, bagian dari komitmen kita memberikan layanan terbaik bagi semua umat beragama di mana kita berada,” kata Menag.

Sementara itu apresiasi juga disampaikan Menag seiring terus diperbaikinya layanan balai nikah dan manasik haji. Menag berharap, seiring dengan kualitas sarana yang membaik, fungsi KUA harus dioptimalkan, setidaknya untuk dua hal.

“Pertama, fungsinya sebagai tempat bimbingan manasik haji. Kemenag ingin kualitas umat Islam semakin baik melalui jamaah haji, sehingga manasik perlu ditingkatkan dan perlu tempat yang baik. Manasik perlu perubahan mendasar, tidak semata ritual ibadah semata tapi juga harus mampu menangkap makna dan ruh setiap ritual yang ada," ujarnya.

Fungsi kedua, lanjut Menag, KUA sebagai tempat pendidikan pra nikah harus dioptimalkan. Kemenag mempersiapkan program bimbingan perkawinan sejak satu tahun lalu.

“Kita prihatin, angka perceraian melonjak. Pernikahan yang sakral, mengalami penurunan dan pergeseran nilai yang luar biasa. Dalam konteks ini, program pendidikan pra nikah sangat penting. KUA menjadi ujung tombak pendidikan ini. Kita ingin pendidikannya itu nanti substantif dan mendalam," tegas Menag.


Pelayanan prima
Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat A Bukhori melaporkan bahwa keberadaan PHSA menjadi upaya Kanwil Kemenag Provinsi dan Kantor Kemenag Kab/Kota di Jawa Barat untuk memberikan pelayanan yang prima bagi calon jamaah haji.

"Dengan PHSA, jamaah yang biasanya mendaftar minimal 2 - 3 hari, sekarang pendaftar maksimal hanya 2 jam. Bahkan kalau kosong hanya 45 menit saja," sambungnya.

Menurut Bukhari, keberadaan PHSA telah memotong alur pendaftaran yang sebelumnya terlalu panjang. Jamaah yang sebelumnya harus bolak-balik antara bank penerima setoran dan Kankemenag Kab/Kota, sekarang sudah tidak. Mereka cukup datang ke PHSA.* ati – MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR