Senin, 19 Agustus 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Keajaiban Al-Quran

Senin, 4 Desember 2017
Oleh: Abu Ainun

MRB - Empat belas abad lalu, Allah telah menurunkan kitab suci Al-Quran kepada umat manusia sebagai satu kitab panduan. Dia menyeru manusia agar berpegang kepada kitab ini sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Mulai saat diwahyukan hingga hari pengadilan kelak, kitab suci ini akan kekal sebagai satu-satunya panduan bagi umat manusia.

Gaya tutur dan ketinggian hikmah di dalam kitab ini tiada tandingannya. Inilah bukti yang amat jelas bahwa Al-Quran adalah kalam suci Allah. Di dalam kitab ini terkandung berbagai keajaiban yang membuktikan bahwa ia adalah wahyu suci dari Allah.

Salah satu keajaiban tersebut ialah ramalan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala.

Kekalahan Bizantium, merupakan salah satu contoh berita tentang peristiwa masa depan. Yang paling menarik dari peristiwa sejarah ini, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab "titik terendah" disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini.

Penggalan berita yang disampaikan Al-Quran mengenai peristiwa masa depan bisa ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur kekaisaran Romawi.

"Alif lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al-Quran, 30:1-4)

Setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapat kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka yakin kemenangan yang diberitakan Al-Quran takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh, dalam sejarah dikenal dengan sebutan Battle of Nineveh (Pertempuran Nineveh). Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia.

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan Allah dalam Al-Quran, secara ajaib menjadi kenyataan. Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah informasi penting tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan seorang pun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Dalam banyak terjemahan, ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat". Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardli" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Yerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksud adalah cekungan Laut Mati, yang kini terletak di perbatasan antara Israel dan Jordania. Dalam teknik pengukuran modern Laut Mati terletak 417 meter di bawah permukaan laut, dan tercatat sebagai daerah paling rendah di muka bumi.

Informasi ini telah disampaikan Al-Quran empat belas abad yang lalu. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al-Quran adalah wahyu Ilahi.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR