Senin, 23 April 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Muamalah

Kesadaran Beragama Masyarakat Jabar, Tinggi

Rabu, 10 Januari 2018
IST.
GUBERNUR Jabar, Ahmad Heryawan.*

MRB - Jamaah haji asal Jawa Barat yang menunggu atau waiting list untuk diberangkatkan terus meningkat setiap tahunnya. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa kuota pemberangkatan jamaah haji dibatasi oleh Pemerintah Arab Saudi. Ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, namun juga dialami oleh negara-negara lain, karena didasarkan pada kemampuan dan kapasitas jamaah yang terbatas di Tanah Suci.

Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota sebanyak 210 ribu jamaah untuk Indonesia setiap tahunnya. Batas kuota ini dibagi-bagi ke seluruh daerah dan Jawa Barat menjadi provinsi tertinggi yang mendapatkan kuota 38 ribu lebih jamaah setiap tahun. Hal ini karena Jawa Barat memiliki jumlah penduduk muslim terbesar dibanding provinsi lain di Indonesia.

“Jadi memang jatah kita hanya itu. Pendaftar itu sangat banyak, antre menunggu jatah. Tapi tiap tahun yang diberangkatkan hanya 38 ribu. Nggak bisa apa-apa kita,” ujar Aher, usai Upacara Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementeriam Agama Provinsi Jawa Barat, Jalan Jenderal Sudirman Kota Bandung, Rabu (3/1/2018).

Aher pun mengajak masyarakat untuk menyadari dan mengambil hikmah banyaknya waiting list atau daftar tunggu jamaah haji di Jawa Barat. Menurut Aher, ada hal lain yang perlu dianalisis. Hal pertama, kesadaran beragama masyarakat kita semakin tinggi. Ke dua, meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

“Kesadaran beragama di kita sangat tinggi. Dulu ‘kan jarang yang mau ibadah haji. Tetapi sekarang luar biasa jumlahnya sampai waiting list hingga 12 tahun, 13 tahun. Ini menunjukkan bahwa kesadaran bergama sangat luar biasa. Betul-betul agama masuk merasuk ke ruang kepribadian kita, khususnya masyarakat Jawa Barat,” ucap Aher.

“Hal ke dua, ini menunjukkan bahwa bangsa kita, termasuk masyarakat Jabar meningkat kesejahteraannya. Sebab kalau tidak sejahtera, tidak bisa berangkat haji. Itu yang paling penting,” pungkasnya.* harie – MasjidRaya.com


BAGIKAN
BERI KOMENTAR