Minggu, 15 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Tausyiah

Fitnah Harta

Kamis, 10 Mei 2018
Oleh: Drs. KH. Mustafid Amna, MA

MRB - Dalam kehidupan sehari-hari, uang atau materi sangat mendominasi kehidupan manusia. Seseorng yang utangnya bertumpuk bisa saja kalap sehingga ia berbuat kriminal. Orang yang memiliki banyak uang pun tidak menutup kemungkinan ia lupa dratan. Buktinya, mereka yang melakukan korupsi dan manipulasi itu ternyata kebanyakan orang-orang kaya. Oleh sebab itu, sedikit atau banyaknya uang yang dimiliki seseorang adalah fitnah.

Soal posisi harta kekayaan, Al-Quran telah menegaskan: "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagishaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan". (QS. al-Kahfi:46)

Demikian juga dalam ayat lain: "Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu". (QS. Muhammad:36)

Di sini jelas, uang dan harta kekayaan bukanlah segala-galanya dalam hidup. Tetapi akidah dan akhlak merupakan bekal utama perjalanan hidup setiap pribadi muslim. Nabi Ayub a.s. yang tadinya kaya raya kemudian menjadi melarat karena penyakit, beliau tetap taat kepada Allah.

Nabi Sulaiman a.s. memiliki harta kekayaan yang sangat banyak, tetapi beliau tetap berbakti kepada Allah. Bahkan dalam limpahan harta yang sangat banyak itu, Sulaiman a.s. berucap: "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatNya)". (QS. an-Naml:40)

Dalam kehidupan sekarang, sering kali uang menutup akal sehat seseorang, sehingga melahirkan malapetaka. Karena uang, pejabat yang jujur bisa berubah menjadi tidak jujur, yang lurus menjadi bengkok, yang kokoh menjadi lemah.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR