Jumat, 22 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Berbarengan dengan Proyek Kolam Retensi

Proyek Masjid Terapung Dikebut 24 Jam

Senin, 21 Mei 2018
humas jabar
SEKRETARIS Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, saat mengunjungi lokasi proyek Kolam Retensi dan Mesjid Al Jabbar, Gedebage, Bandung, Kamis (17/5/2018).

MRB - Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa, memastikan proyek Kolam Retensi dan Mesjid Al Jabbar, Gedebage, Bandung, makin dikebut guna memenuhi target waktu.

Iwa mengatakan dua proyek ini menjadi salah satu konsentrasi Pemprov Jabar mengingat anggaran yang dialokasikan sangat tinggi 

"Kita pantau percepatannya di lapangan mengingat ke depan dua proyek ini akan sangat bermanfaat bagi Kota Bandung," katanya saat mengunjungi lokasi proyek, Kamis (17/5/2018), sebagaimana dilansir jabarprov.go.id.

Kolam retensi yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum senilai Rp96 miliar ini menjadi lokasi pertama yang dikunjungi, saat ini menunjukkan kemajuan fisik cukup signifikan.

"Dari laporan pelaksana proyek sampai Mei realisasi fisik sudah mencapai 60% dari target 56% jadi ada surplus," ujarnya.

Pekerjaan pembuatan kolam yang rencananya menjadi pengendali banjir di kawasan tersebut sekaligus penampangan Mesjid Raya Al Jabbar tersebut saat ini menurut Iwa sedang dikebut lewat penambahan jam kerja.

"Pengerjaannya dilakukan dari berbagai sisi. Alhamdulillah cuaca saat ini sangat mendukung," paparnya.

Namun, diakui Iwa, masih ada sekitar 11 bidang lahan dengan luas kurang lebih 4 hektar di lokasi proyek yang saat ini belum dibebaskan. Plh Gubernur Jabar ini mengaku pihaknya sudah menyiapkan anggaran sementara pihak Kecamatan Gedebage dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menuntaskan administrasi pembebasan lahan.

"Targetnya urusan lahan ini bisa selesai bulan ini juga. Tugas kami mendorong pihak BPN dengan data pendukung salah satunya salinan surat tembusan permohonan penetapan lokasi kolam retensi Gedebage," paparnya. 

Dengan kondisi positif ini, Iwa memastikan proyek yang akan menampung 210.000 meter kubik air ini bisa dituntaskan sesuai jadwal, yakni Desember 2018.

"Ada sedikit kendala di lahan tapi kita pasti akan terselesaikan, dananya ada di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang," ujarnya.

Sementara untuk proyek Mesjid Raya Al Jabbar atau yang lebih dikenal dengan Mesjid Terapung, Iwa menilai sudah menunjukkan perkembangan yang jauh lebih baik dibanding tiga bulan sebelumnya.

"Biasanya defiasinya bisa minus 10%, sekarang hanya minus 4%," tuturnya.

Menurutnya, cuaca yang diprediksi sudah masuk kemarau membuat kontraktor PT. Wika Gedung bisa menggenjot pengerjaan fisik yang sudah memulai tahapan pembangunan tiang pancang hingga pengecoran fondasi utama.

"Pengerjaan bisa dilakukan hingga 24 jam, berhenti hanya untuk sholat, berbuka puasa. Sehabis tarawih bisa dikerjakan lagi hingga sahur," paparnya.

Dengan dikebutnya pekerjaan, pihaknya optimis defiasi minus pada awal Mei ini bisa positif pada Juni mendatang.

"Paling yang harus dipersiapkan itu terkait penyiapan kuota impor baja dan kaca dari sekarang karena kebutuhannya terbilang cukup besar. Jadi ketika Oktober rangka dipasang barangnya sudah ada," ujarnya.

Di tempat yang sama Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, M. Guntoro, mengatakan proyek yang ditangani pihaknya bekerja sama dengan BBWS Citarum menunjukan perkembangan positif dan diharapkan tuntas akhir tahun.

"Mudah-mudahan akhir Desember, kolam dan mesjid tuntas bersama-sama," katanya.

Pada 2018 ini pihaknya sudah menganggarkan Rp100 miliar untuk pembebasan lahan. Namun karena masih ada kebutuhan sisa lahan di proyek kolam retensi dan mesjid terapung, maka pihaknya akan menganggarkan di APBD Perubahan 2018.

"Anggaran untuk lahan kurangnya sekitar Rp33 miliar, nanti akan dianggarkan di perubahan," ujarnya.

Pihak kontraktor Wika Gedung memaparkan proyek mesjid yang menelan biaya Rp511 miliar tersebut sudah memasuki tahap pembesian, pengecoran fondasi utama ditarget selesai pekan ini. "Ada pemasangan 100 titik pancang namun sementara kita hentikan karena sedang melakukan pengecoran. Ini tidak boleh ada getaran," tuturnya.

Kontraktor juga memasang tower crane guna memudahkan lalu-lintas perpindahan material. Rncananya, dua tower crane akan dipasang kembali guna mempercepat pekerjaan fisik yang kini mencapai 36%.* harie – MasjidRaya.com

 


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR