Minggu, 15 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar

Safari Ramadan, Pemkot Bandung Salurkan Dana Bantuan Rp 185 Juta untuk Masjid

Sabtu, 26 Mei 2018
Humas.Bandung.go.id
PENJABAT Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menyerahkan bantuan di sela-sela acara Safari Ramadan Kota Bandung di Masjid Al Hidayah Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).*

MRB - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 185 juta untuk 6 masjid besar kecamatan dan 25 masjid Kelurahan yang termasuk dalam eks Wilayah Ujungberung. Setiap masjid besar menerima dana Rp 10 juta. Sedangkan masjid tingkat kelurahan masing-masing menerima Rp 5 juta. Bantuan tersebut berasal dari dana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung.

"Bantuan yang diserahkan ini dananya sebagian besar berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung, yang dikumpulkan setiap bulan," kata Penjabat Sementara Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat menyerahkan bantuan di sela-sela acara Safari Ramadan Kota Bandung di Masjid Al Hidayah Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (25/5/2018).

Menurut Solihin, dana ini berasal dari zakat wajib para ASN Pemkot Bandung yang dipotong langsung dari penghasilan tetapnya.

“Tidak setiap harta yang dimiliki merupakan hak kita. Di dalam penghasilan tersebut ada hak orang lain yang lebih membutuhkan. Oleh karena itu, Pemkot Bandung memaksa zakat ditarik dari penghasilan," jelas Solihin.

Solihin menyerahkan sumbangan tersebut secara simbolis kepada Masjid Besar Antapani (Baitul Muttaqien), Masjid Besar Arcamanik (Al Hidayah), Masjid Besar Ujungberung (Husnul Khotimah) dan Masjid Besar Mandalajati (Al Ikhlas).

Eks Wilayah Ujungberung yang meliputi Kecamatan Mandalajati, Ujungberung, Arcamanik, Cinambo, Cibiru, dan Antapani.

Selain penyerahan bantuan, Solihin juga sempat mengutarakan pengalamannya saat Ramadan. Ia mengaku pernah ditegur oleh seorang anak kecil.

"Saya mendapat teguran dari anak kecil ketika buka bersama anak yatim piatu. Anak tersebut menyampaikan kepada saya bahwa dirinya baru bisa makan seperti ini hanya di bulan Ramadan saja. Karena begitu masuk bulan Syawal tidak ada undangan makan,” cerita Solihin.

Dari pengalaman tersebut, Solihin berkesimpulan bahwa perbuatan saling berbagi tidak hanya dilaksanakan di bulan Ramadan. Tetapi juga harus dilaksanakan di bulan-bulan selanjutnya.

"Sesungguhnya bulan Ramadan ini adalah latihan untuk kita agar dapat beramal di bulan-bulan lainnya yang akan datang," tuturnya.* nun - MasjidRaya.com



BAGIKAN
BERI KOMENTAR