Rabu, 17 Oktober 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Tausyiah

Akhlak Al-Quran

Sabtu, 2 Juni 2018
Oleh: KH. Muhyidin Abazasa

MRB - Akhlak adalah tabiat pada diri manusia yang tumbuh dengan wajar tanpa dibuat-buat. Apabila perbuatan yang timbul itu baik, maka disebut akhlak baik (akhlak mahmudah) dan sebaliknya bila yang timbul perbuatan jelek, maka disebut akhlak buruk (akhlak madzmumah).

Contoh akhlak baik adalah jujur, berkata benar, dan takwa. Sedangkan contoh akhlak buruk adalah khianat, dusta, dan durhaka.

Dalam Islam, akhlak/budi pekerti yang baik adalah perilaku sayyidul Mursalin, yaitu Nabi Muhammad SAW dan amal utama para Siddiqin (orang-orang yang sangat benar) yang membawa kebahagiaan dunia akhirat serta mengundang ridho Ilahi. Sebaliknya akhlak/budi pekerti yang buruk adalah racun berbisa yang membawa kenistaan dan kehancuran yang berujung pada murka Ilahi.

Nabi Muhammad SAW yang diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul pada usia 40 tahun, mempunyai perilaku dan akhlak yang sangat terpuji. Bukan hanya teman atau sahabat dekat, bahkan orang-orang yang berseberangan akidah dengan beliau pun, tidak segan memuji dan salut akan kejujuran beliau. Mereka memberi gelar "al amin" (jujur) di kala beliau mampu meredakan luapan amarah mereka ketika berebutan hak untuk menempatkan kembali Hajar Aswad pada tempatnya semula di Ka'bah.

Ketika seorang sahabat menanyakan kepada Siti Aisyah tentang akhlak Rasulullah, sang istri menjawab, "Akhlak beliau adalah Al-Quran". Allah pun memuji beliau dalam firman-Nya, "Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) mempunyai akhlak yang agung" (QS. Al Qalam:4).

Nabi Muhammad SAW diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak mulia. Beliau pernah bersabda, "Aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak mulia" (HR Ahmad, Baihaqi, dan Hakim). Allah SWT mengutus Nabi Muhammad untuk memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umatnya dengan memberi contoh yang benar sesuai dengan yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran.

Sebagai buku petunjuk, Al-Quran mengandung semua nilai yang lengkap untuk mengatur perilaku dan peri kehidupan manusia dalam menata amal dan menggapai cita-cita kebahagiaan dunia akhirat. Oleh karena itu, orang yang mendambakan kebahagiaan dunia dan akhirat, maka ia harus menyikapi hidup dan kehidupan dengan akhlak yang terpuji.

Kewajiban manusia yang paling utama adalah berusaha untuk menciptakan diri agar menjadi orang baik dan berakhlak terpuji. Di antaranya adalah, berkata benar, ikhlas, takwa (menaati peraturan Allah dan meneladani perilaku Rasulullah SAW).

Semua manusia adalah sama, sedang yang membedakannya adalah martabat dan ketakwaannya. Dalam Al-Quran disebutkan tentang akhlak terhadap orang lain, seperti larangan memperolok-olok orang, memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang, menggunjing, dan cepat percaya kepada omongan orang munafik.

Begitu juga tentang akhlak terhadap makhluk lain. Menurut ajaran Islam, makhluk lain itu harus diperlakukan secara baik, adil, dan proporsional. Tidak dibenarkan kita berbuat semena-mena dan berlaku dzolim. Contohnya menebang pohon seenaknya sehingga merusak ekosistem.

Juga akhlak terhadap Allah SWT. Allah adalah Maha Sempurna. Bagi orang-orang yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati akan menyikapi-Nya dengan akhlak mahmudah. Mereka akan senantiasa berusaha menaati peraturan-Nya agar mendapat ridho-Nya. Mereka akan selalu tunduk dan taat pada hukum dan peraturan-Nya.

Demikianlah gambaran sederhana mengenai akhlak mulia menurut Al-Quran.***



BAGIKAN
BERI KOMENTAR