Rabu, 17 Oktober 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Dari Hadits Qudsi

Kenapa Allah Menciptakan Manusia?

Minggu, 3 Juni 2018

MRB - Allah berfirman: Wahai manusia! Aku tidak menciptakan kamu, karena Aku mengharapkan supaya yang sedikit bisa menjadi banyak, disebabkan adanya kamu. Juga tidak karena Aku menginginkan supaya hancurnya binatang buas. Tidak karena Aku ingin memperoleh pertolongan dalam hal-hal yang Aku tidak sanggup. Tidak karena ingin mengambil keuntungan atau untuk menolak yang mencelakakan bagi diri-Ku.

Sebenarnya Aku menciptakan kamu, supaya kamu menyembah kepada-Ku dengan tiada henti-hentinya. Dan mensyukuri nikmat-nikmat-Ku sebanyak-banyaknya, serta bertasbih kepada-Ku pagi dan sore.

Wahai manusia! Sekiranya di antara kamu termasuk yang pertama dan yang paling penghabisan; seluruh jin dan manusia, baik yang tua maupun yang masih muda, baik yang merdeka maupun budak, semuanya berhimpun untuk taat kepada-Ku. Yang demikian itu, sekecil zarrah tidak akan menambah kebesaran kekuasaan-Ku.

Barangsiapa berjihad di jalan Allah, sebenarnya ia berjuang untuk kepentingan dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah sama sekali tidak memerlukan terhadap alam semesta.

Wahai manusia! Sebagaimana engkau menyakiti, demikian pula engkau akan disakiti. Sebagaimana engkau memperlakukan orang lain, demikian juga engkau akan diperlakukan.

Allah berfirman: Wahai manusia! Sesungguhnya dunia ini adalah tempat bagi orang yang tunawisma dan harta bagi orang yang tidak punya (papa), bahkan dunia ini adalah tempat berhimpunnya orang-orang yang bodoh.

Bagi orang-orang yang tidak memahami hakikat dunia, maka dunia dijadikannya sebagai tempat bersuka ria. Dan bagi orang-orang yang tidak berserah diri kepada Allah, maka dunia ini dikejarnya. Bagi orang-orang yang tidak mengenal bahayanya dunia, maka mereka berlomba-lomba menjadikannya pemuas nafsunya.

Barangsiapa yang menginginkan kenikmatan yang semu, dan kehidupan yang sementara, maka sesungguhnya ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya dan durhaka kepada Tuhannya, serta melupakan kehidupan akhiratnya, dan tertipu oleh yang fana.* Diterjemahkan oleh Prof. KH Masdar Helmy dari "Kitab Al-Mawa'idzfilahaditsal-Qudsiyyah" yang dihimpun oleh Imam Al-Ghazali - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR