Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Pasar Murah Pengendali Inflasi Jabar 1439 H

Semestinya, Ramadhan Adalah Bulan Pengendalian Diri

Selasa, 5 Juni 2018
* humas jabar
SEKDA Jabar, Iwa Karniwa; Plt. Walikota Bandung, M. Solihin; dan Kepala Grup Sistem Pembayaran BI Jabar, Sukarelawati Permana, saat pembukaan Pasar Murah Pengendali Inflasi Jawa Barat 1439 H yang digelar di parkir Stasiun Kiaracondong, Bandung, Senin (4/6/2018).*

MRB – Semestinya, Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Tentu termasuk di dalamnya pengendalian konsumsi. Namun, fakta menunjukkan kondisi yang sebaliknya. Pertemuan momentum religi dengan tradisi budaya menjadikan Ramadhan sebagai momen hajatan nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Grup Sistem Pembayaran BI Jabar, Sukarelawati Permana, pada acara Pasar Murah Pengendali Inflasi Jawa Barat 1439 H yang digelar di parkir Stasiun Kiaracondong, Bandung, Senin (4/6/2018),

“Gairah ‘perayaan’ menumbuhkan potensi pasar, seiring permintaan barang dan jasa yang meningkat. Perputaran uang beredar menjadi cepat. Imbasnya, harga mayoritas barang dan jasa melonjak akibat tingginya permintaan sehingga inflasi pun tidak terelakkan, ungkap Sukarelawati, pada acara yang dibuka Sekda Jabar, Iwa Karniwa, dan juga dihadiri Plt. Walikota Bandung, M. Solihin, tersebut. 

Pasar Murah Pengendali Inflasi Jawa Barat 1439 H, kata Sukarelawati, merupakan salah satu program pengendalian inflasi di daerah. Kegiatan ini digagas oleh Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan bersinergi bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jawa Barat, serta didukung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  

Sukarelawati mengatakan, inflasi yang rendah dan stabil merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, sumber tekanan inflasi Indonesia tidak hanya berasal dari sisi permintaan yang dapat dikelola oleh Bank Indonesia. 

Dari hasil penelitian, lanjut Sukarelawati, karakteristik inflasi di Indonesia masih cenderung bergejolak yang terutama dipengaruhi oleh sisi suplai (sisi penawaran) berkenaan dengan gangguan produksi, distribusi, maupun kebijakan pemerintah. Selain itu, shocks terhadap inflasi dapat berasal dari momen-momen tertentu yang sudah menjadi fenomena tahunan, seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.* harie – MasjidRaya.com

 

 

 

 



BAGIKAN
BERI KOMENTAR