Senin, 16 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Kabar
Dibangun di Atas Lahan 142,5 Hektar

UIII Kota Depok Bakal Jadi Pusat Kajian Islam Dunia

Kamis, 7 Juni 2018
* humas jabar
PRESIDEN Jokowi didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pada acara peletakan batu pertama proyek Kampus UIII di area Gedung Pemancar LPP RRI, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Selasa pagi (5/6/2018).*

MRB - Sejarah peradaban Islam Indonesia hadir dalam rentang waktu yang cukup lama dan telah mewarnai dunia Islam di Nusantara. Hal itu telah melahirkan karakter Islam Wasatiyyah; nilai Islam berpadu dengan nilai budaya yang plural dan toleran.

Upaya untuk kembali meneguhkan peradaban Islam di Indonesia ini, dilakukan pemerintah melalui tema pendidikan. Pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI kini sedang membangun kampus Islam bertaraf internasional, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Presiden RI, Jokowi Widodo (Jokowi), berharap kampus ini menjadi pusat kajian atau penelitian peradaban Islam tingkat dunia yang ada di Indonesia. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

"Kita harap Universitas Islam Internasional Indonesia benar-benar menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di negara kita, Indonesia," ujar Jokowi yang didampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama proyek Kampus UIII di area Gedung Pemancar LPP RRI, Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Kota Depok, Selasa pagi (5/6/2018).

"Sudah sewajarnya, sudah sepantasnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah (Kampus UIII) nanti tempatnya," jelas Jokowi yang juga didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifudin.

Sementara itu, Menag Lukman, menjelaskan bahwa UIII dibangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik di bidang pendidikan tinggi Islam, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam internasional.

Kampus yang hanya akan membuka tingkat pendidikan magister dan doktor ini berlandaskan pada tiga nilai dasar; nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai ke-Indonesiaan.

"Berbeda dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, tugas dan fungsi UIII tidak hanya menjadi penyelenggara proses belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat, namun lebih menjadi upaya membangun peradaban Islam Indonesia dan berkontribusi untuk peradaban global melalui jalur pendidikan," kata Menag dalam sambutannya.

UIII tidak hanya akan memiliki fakultas dan perpustakaan, akan ada juga pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat artefak dan manuskrip Islam Nusantara.

Kampus UII akan dibangun di atas lahan 142,5 hektar; 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan, sehingga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakulta Science dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni. Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program proyek strategis nasional di bidang pendidikan.

"Kami yakin keputusan Bapak Presiden untuk memprioritaskan pembangunan kampus ini akan menjadikan Indonesia di masa depan bukan saja menjadi salah satu tujuan wisatawan asing, melaikan juga menjadi negara tujuan studi mahasiswa internasional di bidang kajian Islam," pungkas Menag.

Anggaran UIII Capai Rp3,97 Triliun

Pembangunan Kampus UIII akan dilakukan dalam tiga zona pembangunan. Zona 1: Terdiri atas pembangunan gedung rektorat, masjid, perpustakaan, gedung fakultas, infrastruktur kawasan, landscape dan hardscape, serta eco sanctuary park.

Zona 2 berupa pembangunan kawasan mahasiswa (student center, book store, university mall, sport center), campus residences (professor and lecture staff, student family, student apartements), dan bangunan MEP atau rehabilitasi bangunan lama.

Zona 3, yaitu: Pembangunan kawasan fakultas dan pusat kajian (pusat kajian, scholar center, training center), serta kawasan pusat peradaban (museum, performing arts, dan convention center).

Tahap I Pembangunan (2018-2019) akan menelan anggaran Rp788 miliar. Total biaya pembangunan mencapai Rp3,97 triliun. Presiden Jokowi memperkirakan pembangunan kampus akan selesai seluruhnya dalam waktu empat tahun.

Laboratorium Islam Moderat 

Gubernur Aher berharap UIII akan membawa dampak besar dan membawa Jabar dan Indonesia menjadi salah satu pusat pengembangan agama Islam yang bercorak Indonesia ke penjuru dunia, yakni corak Islam yang moderat, toleran, terbuka, dan berkemajuan.

"Pemilihan Kota Depok sebagai lokasi Kampus UIII merupaka hal yang tepat, karena kehidupan umat Islam di Jawa Barat sudah dikenal moderat, toleran terhadap keberagaman, terbuka terhadap perbedaan, pandangan kebhinekaan, serta senantiasa berorientasi pada kemajuan kehidupan duniawi dan ukkhrowi secara berkeseimbangan," ujar Aher.

Kampus UIII di Jawa Barat, kata Aher, akan memiliki laboratorium kehidupan Islam moderat yang bercorak Indonesia. Kondisi masyarakat Islam yang menjadi mayoritas di Jabar tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke wilayah Jabar yang berlangsung damai, serta ajarannya yang sejalan dengan nilai-nilai ke-Sundaan.

"Kami berkeyakinan bahwa pendirian kampus ini di Kota Depok, Jawa Barat, pada hakikatnya adalah kehendak Allah SWT. Mudah-mudahan juga menjadi isyarat dari Allah akan kemajuan yang akan diraih kampus ini," harap Aher.

UIII pun, kata Aher, akan memperkuat citra Jabar dalam dunia pendidikan nasional maupun global. Tidak heran, karena di Jabar banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta berkelas dunia.

"Menjadi kerhormatan dan kebangaan bagi Provinsi Jabar, karena Kota Depok dipilih menjadi lokasi pembangunan Kampus UIII. Hal ini akan semakin memperkuat peranan Jabar dalam sejarah percaturan dunia pendidikan Indonesia bahkan di tingkat global," ungkap Aher.

"Untuk itu, kami selaku masyarakat Jawa Barat dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Depok dan kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat, Inhaa Allah siap seratus persen memberikan dukungan sepenuhnya bagi pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia ini di tatar Jawa Barat," pungkasnya.* harie – MasjidRaya.com

 

 

 



BAGIKAN
BERI KOMENTAR