Minggu, 19 Agustus 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Muhasabah

Sentuhan Shaum

Rabu, 13 Juni 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB - Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan lemah. Berbeda dengan penciptaan hewan yang dapat langsung berdiri bahkan berlari. Setelah tercipta lemah, Allah memberinya kekuatan yang berujung pada keadaan lemah pula.

Karena lemahnya itulah manusia diberinya curahan rahmat pendidikan yang menunjukkan perbedaannya dari hewan. Dididiknya manusia agar taat selalu kepada Allah, dibinanya agar hidup berpribadi kokoh tak tergoyahkan.

Salah satu bentuk pendidikan yang diberikan Allah kepada kita ialah shaum Ramadhan. Kita diberi kesempatan setiap Ramadhan untuk berbenah diri menata kehidupan yang lebih baik dan lebih indah.

Shaum melenturkan kalbu dan mendidik nafsu agar tidak menguasai dirinya. Melakukan sesuatu bukan atas dasar syahwat. Kita dididik untuk mampu menahan diri. Bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi menahan diri dari berbicara yang bukan-bukan. Kita ditunjuki untuk mampu mencari momen-momen yang memungkinkan hubungan yang dekat kepada Allah Swt: "Sekiranya engkau shaum, shaumkanlah pendengaran dan penglihatan dari perbuatan dusta, nista dan dosa."

Dunia yang kita alami sekarang ini dan yang akan kita hadapi telah digambarkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya.Gambaran ini merupakan wujud kasih sayang Rasulullah kepada kita selaku umatnya. Beliau bersabda:

"Apakah ada di antara kalian yang menginginkan kebutaannya dilenyapkan oleh Allah dan dijadikanNya melihat? Ketahuilah bahwa orang yang terlalu mencintai dunia dan panjang angan-angannya akan dunia, Allah telah membutakannya sesuai dengan kecintaannya dan angan-angan kepadanya. Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia dan memendekkan angan-angan duniawinya, Ia akan memberinya ilmu yang tanpa dipelajari, dan petunjuk tanpa penunjukan. Ketahuilah bahwa kelak sepeninggal kalian akan datang suatu kaum yang kerajaan/pemerintahan tidak akan tegak kecuali dengan pembunuhan dan intimidasi, serta tidak ada kekayaan kecuali dengan kesombongan dan kekikiran, dan tidak akan ada rasa sayang kecuali dengan mengikuti hawa nafsu.

Ketahuilah! Barangsiapa di antara kalian ada yang hidup hingga zaman tersebut, bersabar atas kemiskinan, niscaya ia mampu kaya. Bersabar kepada orang yang dibenci, niscaya ia mampu mencintai, dan bersabar atas kepapaan, niscaya ia mampu meraih kemuliaan. Semua itu dilakukannya semata-mata karena Allah Ta'ala dan Allah akan memberinya pahala sebagai lima puluh shidiqin." (Hadits riwayat al-Hasan)

Karena itu, kita manfaatkan Ramadhan untuk melatih diri, sehingga benar-benar tercapai shaum yang hakiki. Mari kita jadikan Ramadhan sebagai periode berbenah diri dalam mencapai derajat takwa kepada Allah Swt.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR