Jumat, 20 September 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Mensucikan Hati di Tanah Suci

Minggu, 22 Juli 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB - Ibadah haji merupakan ibadah istimewa. Dikatakan istimewa bukan hanya waktu pelaksanaannya yang ditetapkan, tetapi juga tempat pelaksanaannya tidak dapat dipindah-pindahkan. Oleh karena waktu dan tempatnya ditentukan, maka tak heran kalau pelaksanaan ibadah haji sekaligus menjadi saat berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Tak ada lagi perbedaan warna kulit, bahasa, adat, budaya dan status. Semuanya melebur menjadi satu, mengagungkan dan memuji kebesaran Allah SWT, bersimpuh mengharapkan ridho-Nya.

Kondisi tersebut seperti difirmankan Allah dalam Al-Quran surat Al-Hajj ayat 27 yang berbunyi, “Dan serulah manusia untuk melaksanakan haji, niscaya mereka datang kepadamu dengan berjalan kaki, mengendarai unta yang kurus datang dari segala penjuru yang jauh”.

Bersama-sama muslim dari seluruh penjuru dunia, para jamaah melaksanakan wukuf di Padang Arafah, tawaf, sai, dan melempar jumrah. Tak ada keistimewaan bagi ras tertentu, semuanya sama-sama melaksanakan ibadah kepada Allah. Pemandangan yang lebih nyata lagi adalah, saat gelombang jamaah menuju Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf. Ada yang berjalan kaki, naik bus dan berbagai jenis kendaraan lainnya. Semuanya menuju tempat yang sama untuk berserah diri kepada Dzat Yang Maha Suci.

Ada sejumlah kenikmatan yang dapat dirasakan oleh setiap orang yang melaksanakan ibadah haji, terutama nikmat ibadah yang merupakan puncak segala kenikmatan. Kalau ibadah sudah dinikmati, maka ibadah tidak akan menjadi beban, tetapi justru menjadi ‘candu’.

Selama di Tanah Suci, jamaah akan merasakan “dahaga” yang luar biasa untuk melaksanakan ibadah. Hari-hari selama di Tanah Suci merupakan hari-hari yang dirindukan oleh umat Islam untuk berserah diri kepada Sang Khalik. Jamaah dari segenap madhab dan seluruh penjuru yang datang bergelombang tak putus-putus itu, hanya mempunyai satu tujuan, yaitu memohon ridho Allah melalui ibadah yang mereka lakukan.

Mudah-mudahan, umat Islam yang datang dan berkumpul di Tanah Suci, dapat melaksanakan ibadah haji dengan khusuk sehingga mampu meraih predikat haji mabrur. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Satu umrah sampai umrah yang lain adalah sebagai penghapus dosa antara keduanya dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga”.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR