Senin, 18 November 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Napak Tilas yang Berbekas

Selasa, 24 Juli 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB - Pada hakikatnya, ibadah haji itu napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim a.s. Sudah seharusnya yang berhaji mampu menemukan “tapak-tapak” Sang Nabi. Belajar dari bapak para nabi yang disebut kekasih Allah itu. Nabi yang bertauhid setelah mengalami proses pencarian Tuhan yang demikian panjang.

Nabi Ibrahim, adalah nabi yang berserah diri secara total ketika diminta mengurbankan putra tercintanya Ismail, padahal kehadiran sang anak telah dirindukannya demikian lama. Nabi yang beristrikan Siti Hajar yang penuh cinta kasih. Nabi yang selalu mencintai kemakmuran rakyat dan negerinya melalui doanya yang muktabar: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri (Mekah) ini aman sentosa dan hindarkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala”.(QS. Ibrahim: 35).

Setelah menjadi rukun ibadah. Setelah menjadi sesuatu yang fardlu, menjadi wajib bagi muslim, ibadah haji bukan lagi sekadar perjalanan biasa. Bukan lagi sekadar napak tilas, tapi harus mampu meraih “tilas tapak” dan berbekas dalam jiwa yang merefleksi dalam laku hidup sesudahnya.

Karena itu, menunaikan ibadah haji jangan hanya sebatas ritual, tapi harus sampai pada tataran spiritual. Orang yang telah melaksanakan ibadah haji dan kembali ke dalam kehidupan sehari-hari, seharusnya lebih dekat kepada Allah dan keyakinannya kepada Allah lebih kuat seperti yang digambarkan dalam tawaf mengelilingi Ka’bah ketika berhaji.

Jiwa pengorbanannya terhadap kaum yang lemah dan miskin seharusnya lebih tajam seperti yang tergambar dalam ritual sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Seharusnya lebih sering mengintrospeksi diri atau muhasabah an-nafsi seperti yang tergambar ketika mereka bermalam atau mabit di Mina.

Jiwanya seharusnya lebih tenang dan sabar seperti saat wukuf di Arafah. Dan, mukmin yang sudah berhaji itu seharusnya bisa mengusir hawa nafsu setan yang menyesatkannya seperti yang tergambar saat mereka melempar jumrah. Semoga.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR