Rabu, 15 Juli 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Berbekal Takwa

Jumat, 27 Juli 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB - Ibadah haji merupakan paripurnanya rukun Islam yang lima. Tahapan “terakhir” dari rangkaian ibadah yang sekaligus mewadahi ruh ibadah lainnya. Haji adalah ibadah jasmani, rohani juga ekonomi sehingga menjadi momen sempurna suatu ibadah.

Jika shalat merupakan ibadah jasmani dengan “melakukan sesuatu”, puasa adalah ibadah yang “meninggalkan sesuatu”, dan zakat merupakan ibadah harta (ekonomi) dengan “mengeluarkan sesuatu”. Maka haji adalah ibadah yang mencakup semua itu, “melakukan, meninggalkan dan mengeluarkan sesuatu” sehingga menjadi ibadah yang utama.

Keutamaan ibadah haji dinyatakan sendiri oleh Allah SWT yang dituangkan penuh satu surat dalam Al-Quran –Surat Al-Hajj. Juga dijelaskan gamblang oleh Rasulullah SAW dalam banyak hadits. Sabda Rasulullah, “Jihad paling afdhol ialah haji yang mabrur”, dan “Tak ada pahala bagi haji mabrur kecuali surga”.

Karena begitu istimewanya, ibadah haji adalah ibadah wajib yang mendapat “dispensasi” dari Allah SWT. “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” (QS.3:97). Ibadah haji merupakan kewajiban yang dikenakan kepada yang “sanggup”, yang istitha’ah atau “mampu”. Rasulullah pun menyampaikan “dispensasi” ini, bahwa kewajiban haji hanya sekali seumur hidup.

Merupakan rahmat Allah menjadikan kewajiban haji hanya sekali seumur hidup. Oleh karena itu, ulama salaf menyebut shalat lima waktu dengan timbangan harian, shalat Jumat dengan timbangan mingguan, puasa Ramadhan dengan timbangan tahunan, dan haji dengan timbangan seumur hidup. Allah telah mewajibkan haji bagi orang yang mampu melaksanakannya.

Ketika seorang muslim “mampu” menyambut undangan-Nya, menjadi dhuyufur Rahman --tamu dari Dzat Yang Maha Kasih, wajar dan sudah sewajarnya bertamu secara sungguh-sungguh. Sehingga sungguh-sungguh menjadi tamu yang mabrur (diterima).

Maka, orang yang “bertamu” hanya datang menghadap karena undanganNya. “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS 2:196). Untuk lebih menyempurnakan ibadah haji ini, siapkan bekal sebaik-baiknya. Dan, sebaik-baik bekal beribadah haji adalah takwa. “…Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (QS 2:197).***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR