Senin, 20 Mei 2019 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Hajar Aswad (2)

Target Berburu, Sunah Mencium

Jumat, 27 Juli 2018

MRB - Hajar Aswad terletak di sudut tenggara Ka’bah, yaitu sudut di mana thawaf dimulai. Batu ini memiliki aroma wangi yang unik dan ini merupakan wangi alami yang dimilikinya semenjak awal keberadaannya. Hajar Aswad ditaruh di sisi luar Ka’bah sehingga mudah bagi seseorang untuk menciumnya. Adapun mencium Hajar Aswad merupakan sunnah Rasulullah SAW, karena beliau selalu menciumnya setiap berthawaf.

Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudarat atau manfaat. Akan tetapi apa yang dilakukan kaum muslimin terutama jamaah haji yang sangat berkeinginan untuk menciumnya atau paling tidak menyentuhnya, semata-mata mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah SAW. Jadi apa yang dilakukan kaum muslimin dengan menciuminya bukanlah menyembah batu.

Amirul Mu’minin, Umar bin Khattab, pernah berkata tentang “kebiasaan” mencium Hajar Aswad ini: “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”.

Allah memerintahkan manusia untuk thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firman-Nya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan” (QS. An-Najm : 53 ).

Satu riwayat Sahih menyatakan bahwa Rasulullah bersabda: “ Rukun (HajarAswad) dan maqam (Batu/Maqam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”.

Hadits sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasulullah SAW juga bersabda: “Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Siti Aisyah RA juga meriwayatkan sebuah hadits yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

Berdasarkan beberapa hadits itulah antara lain maka setiap umat Islam terutama yang sedang melaksanakan ibadah haji akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu untuk menciumnya, setidaknya untuk menyentuhnya.* abu ainun - MasjidRaya.com


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR