Kamis, 15 November 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Telaah

Duta Allah

Rabu, 29 Agustus 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB – Berbahagialah umat Islam yang tahun ini memenuhi panggilan Allah Swt untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah haji merupakan ibadah yang mempunyai keutamaan yang sangat besar, seperti disebutkan dalam Al-Quran maupun hadits. Dalam banyak hadits, Rasulullah Saw menyebutkan tentang amal-amal yang utama dan salah satunya adalah menunaikan ibadah haji.

“Rasulullah ditanya tentang amal yang paling utama. Maka ujarnya: ‘Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.’ Orang itu bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Rasul menjawab: ‘Berjihad di jalan Allah.’ Orang itu pun bertanya lagi: ‘Kemudian apa lagi?’ Jawab Nabi: ‘Haji yang mabrur’” (H.R. Abu Hurairah r.a.).

Ya, menunaikan ibadah haji merupakan bagian dari jihad di jalan Allah. Rasulullah menyebutkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang derajatnya sama dengan jihad fi sabilillah. Karenanya, apabila seseorang meninggal sewaktu menunaikan ibadah haji, mereka bisa saja digolongkan mati syahid. Hal tersebut seperti diriwayatkan Thabrani dari Husein bin Ali, “Bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw., katanya: ‘Saya ini penakut dan saya ini lemah.’ Ujar Nabi: ‘Ayolah berjihad yang tidak ada kesulitannya, yaitu menunaikan haji.’” (H.R. Thabrani dari Husein bin Ali)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah bersabda, “Jihad orang yang tua, lemah, dan wanita ialah menunaikan haji.” (H.R. Nasa’i)

Karenanya, mengeluarkan dana untuk menunaikan ibadah haji akan berpahala sama dengan mengeluarkan dana untuk perang di jalan Allah. Hal tersebut ditegaskan dalam hadits berikut ini, “Mengeluarkan biaya untuk keperluan haji sama dengan mengeluarkannya untuk perang di jalan Allah: satu dirham menjadi tujuh ratus kali lipat.” (H.R. Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi)

Keutamaan lainnya adalah, haji mabrur dapat menghapus dosa dan kesalahan. Rasulullah menyatakan bahwa orang yang hajinya mabrur akan diampuni kesalahannya. Jika berniat agar ibadah hajinya mabrur dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya, insya Allah kita akan termasuk golongan orang-orang yang diampuni dosanya oleh Allah Swt.

Bukan hanya dosa dan kesalahannya diampuni oleh Allah Swt saja, bagi jamaah yang hajinya mabrur, akan memperoleh balasan surga. Allah telah menyebutkan bahwa jamaah haji adalah duta Allah dan dijamin memperoleh ampunan, maka kepada orang yang sudah menunaikan haji dengan mabrur akan dianugerahi surga yang penuh dengan kenikmatan. Rasulullah Bersabda, “Umrah kepada umrah menghapuskan dosa yang terdapat di antara keduanya, sedang haji yang mabrur tidak ada ganjarannya selain surga” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Kemuliaan lain dari orang yang berhaji adalah disebut sebagai duta-duta Allah sehingga hubungannya kepada Allah menjadi sangat dekat. Karena itu, manakala seorang jamaah haji berdoa, apalagi berdoanya di tempat-tempat yang mustajabah, maka insya Allah akan dikabulkan. Rasulullah Saw. bersabda, “Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah. Maka jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya” (H.R. Nasai dan Ibnu Majah).***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR