Selasa, 18 Desember 2018 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Dakwah
Muhasabah

Panutan Agung

Selasa, 20 November 2018
Oleh: HD Sutarjan

MRB - "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kamu (yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) dan (kedatangan) hari kiamat, dan dia banyak mengingat Allah." (QS Ahzab:21)

Dalam segala segi kehidupan Rasulullah adalah anutan dan panutan yang terbaik, terutama dalam meraih hidup yang tentram dan bahagia. Rasulullah adalah contoh teladan kehidupan yang merupakan kebutuhan mutlak untuk dicontoh dan diteladani.

Dalam kehidupan keseharian Nabi Muhammad SAW sangat sederhana, dan benar-benar sederhana. Sebelum Nabi Muhammad lahir, kehidupan masyarakat Mekah adalah kehidupan masyarakat jahiliyah, yang sama sekali tidak manusiawi. Dengan kelahiran beliau, akhirnya dari masyarakat yang jahiliyah tersebut berubah menjadi masyarakat tauhid, penegak kebenaran, serta kepribadian luhur sesuai dengan ketentuan Allah SWT.

Perubahan yang lain yang dibawa Rasulullah adalah perubahan sosial kemasyarakatan. Dengan kelahiran beliau, masyarakat ditata kembali sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang saling membutuhkan, saling tolong menolong, dan saling hormat menghormati sebagai makhluk Allah yang sama-sama mempunyai kelebihan di samping sama-sama mempunyai kekurangan.

Muhammad lahir di Mekah pada tahun 571 Masehi. Ayahnya bernama Abdullah meninggal dunia sebelum Muhammad lahir, sedangkan ibunya Aminah meninggal ketika Muhammad baru berusia 6 tahun. Muhammad kemudian diasuh oleh kakeknya Abdul Muthatib yang meninggal pula dua tahun kemudian. Akhirnya Muhammad diasuh oleh pamannya Abi Thalib yang mempunyai banyak anak, di antaranya Ali bin Abi Thalib.

Dengan latar belakang seperti itu, sungguh mengharukan dan mengagumkan, bahwa Muhammad telah menjadi anak yatim piatu pada usia 6 tahun, tumbuh berkembang menjadi remaja, menjadi pemuda berkepribadian, berwibawa, merupakan lambang kejujuran, lambang harga diri, dan tempat kepercayaan orang. Demikian pula setelah masa kerasulannya, sejak beliau berusia 40 tahun, hidupnya penuh pengorbanan untuk kebenaran, bahkan berkali-kali nyawanya dihadapkan pada maut.

Muhammad benar-benar teladan sebagai pemuda, suami, ayah, teman, sebagai pemimpin rumah tangga, pemimpin umat di masa damai dan di masa perang. Masih banyak lagi keteladanannya dalam berbagai segi kehidupan. Memang Muhammad diutus sebagai teladan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Allah sendiri memuji Muhammad dengan firmanNya dalam Surat Al-Qalam ayat 4 yang artinya: "Sesungguhnya engkau (Muhammad) berakhlak agung".

Perjuangan Rasulullah selalu sukses bukan hanya diakui oleh umat Islam, tetapi juga oleh pihal di luar Islam. Rasulullah telah melakukan usaha dan mendapat kesuksesan besar dalam membina masyarakat. Muhammad sebelum menjadi nabi dan rasul Allah sudah tersohor kebaikan dan kejujurannya di kalangan bangsa Arab, sehingga beliau mendapat gelar Al-Amin. Beliau adalah pemimpin umat yang selalu jujur, tabah, dan tahan banting.

Sebagai umat Islam, kita wajib mencontoh perilaku Rasulullah. Kita wajib mengajak orang untuk berbuat kebajikan dan menjauhi kemungkaran, meniru perilaku Rasulullah yang telah diteladankannya di masa hayatnya. Maka dengan mencontoh kehidupan Rasulullah, di dalam menghadapi segala tugas dan persoalan hidup, akan timbul dalam diri kita keteguhan iman, kekuatan mental, sikap yang berwibawa, ucapan yang berbobot, dan perbuatan yang luwes.***


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR