Jumat, 14 Agustus 2020 | MasjidRaya.comTentang Kami | Kontak Kami
Masjid Raya Bandung
Provinsi Jawa Baratmedia silaturahmi umat
Syiar
Renungan Romadhon dari Menara Kembar

STAY AT HOME

Selasa, 19 Mei 2020
H. Muhtar Gandaatmaja

Sudah amat lama rumah  ditinggal  penghuninya. Ayah sibuk urusan kantor dan bisnis. Ibu sibuk dengan urusannya sendiri. Anak-anak lebih betah di luar rumah dengan teman temannya. Rumah kosong. Dihuni oleh orang yang setia membantu para pemiliknya yang dia sendiri tidak mampu  berbuat banyak di rumah itu selain  cuci piring, pakaian, setrika masak dan menyiapkan keperluan majikannya yang kini tidak ada di rumah.

Rumah di abad modern menjadi kuburan tanpa batu nisan. Kalaupun kembali ke rumah, rumah tidak berfungsi sebagaimana harusnya. Alakadarnya saja. Padahal “home”  berbeda dengan “house”. Rumah  yang sesungguhnya bukan hanya tempat tidur dan persinggahan. Home, selain berfungsi sebagai perlindungan dan keamanan, juga penting sebagai tempat untuk membangun komunikasi antar anggota keluarga, arena pendidikan dan tempat mencurahkan cinta kasih sayang.

Neil Kauffman, penulis buku Son Rise, sebagai buah pikiran pengalaman pribadinya, bersama istrinya sungguh-sungguh memberikan perhatian kepada anaknya yang autis. Dokter menyatakan bahwa anak itu hopeless, tidak ada harapan untuk sembuh. Namun, berkah kegigihan mereka berdua,  lebih dari itu,  Istri Neil Kauffman rela berhenti bekerja agar bisa penuh memberi perhatian pada anaknya, dia jadikan  rumahnya sebagai ruang kelas khusus mendidik dan mengajarinya. Dengan lelehan air mata kasih sayang dia adukan semuanya kepada Tuhannya. Anaknya sembuh total. Kini,  anak autis itu telah menjadi arsitek terkenal di New York (Al-Tanwir, edisi 30 Juli 2005).

Lain Neil Kauffman, lain pula cerita Rachel Dretsin Goodman, produser serial tentang ”Lost Children of Rockdale Country”, menyimpulkan  bahwa telah menimpa pada salah satu komplek perumahan mewah di Amerika,  penyakit kotor akibat hubungan sex bebas, ugal ugalan di Jalan raya dengan mobil mewahnya dan budak narkoba. Mereka anak-anak remaja yang terapung-apung, merasa hampa, lapar belaian kasih orangtua, banyak kekosongan waktu luang dan hidup tidak teratur. Michael Resnick, profesor sosiologi dan pediatric di Universitas Minnesota, berkomentar bahwa kejadian buruk yang menimpa anak-anak remaja itu akibat kehampaan. Rumah mereka hampa dari pengawasan, hampa dari kehadiran orang dewasa, hampa dari pengamatan. Pada banyak remaja ada perasaan tidak dibutuhkan, tidak bersambung dengan orang tua yang hanya melulu memikirkan mereka sendiri.

Banyak  hikmah jadi pelajaran dari “Stay at Home”. Ibu Rumah Tangga kini dapat merasakan apa yang dirasakan oleh para guru di Sekolah ketika harus mengajar anaknya di rumah. Guru di Sekolah walau berat tugasnya, belum mendapat imbalan material yang seimbang. Lihatlah guru guru honor yang ada di pelosok desa, menembus kampung dan hutan, dengan sepatu sandal ditenteng karena kubangan lumpur datang ke Sekolah tiap hari. Apa imbalan buat mereka? Mereka harus puas dengan sanjungan kita,  Pahlawan Tanpa Jasa. Ya Allah anugerahkan kepada para guru  kesehatan, kebahagiaan, rahmat dan berkah-Mu sepanjang masa.

Kaum bapak kini sadar benar  bahwa tugasnya bukan hanya mencari nafkah untuk keluarga, lebih mulia dari itu, ia pun terpanggil akan tugas suci:  menyiapkan generasi yang bukan saja cerdas tapi indah akhlaknya: Anak saleh/salehah.

‎وَّاجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

“Dan jadikanlah rumah rumah kalian (sebagai) tempat ibadah, dan dirikanlah salat dan gembirakanlah orang-orang beriman” ( QS. Yunus: 87 ).

Wallahu A’lam!

Bandung, 25 Ramadhan 1441 H/18 Mei 2020 M

Muhtar Gandaatmaja
Ketua DKM masjid Raya Bandung Jawa Barat


KATA KUNCI:

BAGIKAN
BERI KOMENTAR